Bahaya, Sampah Antariksa Mengancam Bumi?

Klikhijau.com - Dunia antariksa sangat penting dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari manusia. Mulai dari alat untuk mengoperasikan satelit, sinyal ponsel, sinyal televisi, pemantauan bencana hi...

Bahaya, Sampah Antariksa Mengancam Bumi?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com - Dunia antariksa sangat penting dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari manusia. Mulai dari alat untuk mengoperasikan satelit, sinyal ponsel, sinyal televisi, pemantauan bencana hingga mengorbitkan roket ke luar angkasa. Semua dikendalikan satelit yang berada di antariksa. Kehilangan satelit adalah masalah serius.

Tetapi hal yang akan mengejutkan akan terjadi ketika kita tahu bahwa beberapa ‘sampah antariksa’ telah mencemari luar angkasa kita atau antariksa. Sampah antariksa adalah objek yang ada di sekitar orbit bumi yang diciptakan manusia yang tidak berguna lagi.

Beberapa sampah dihasilkan dari sampah alami, yaitu sampah yang memang berasal dari luar angkasa semacam debu, fragmentasi ledakan hingga partikel terkecil. Dan juga sampah yang dibuat manusia yaitu ‘satelit bekas’ dan sejenisnya.

Dari satelit-satelit itulah sampah dihasilkan oleh manusia. Dari satelit yang sudah tidak berfungsi lagi dan juga dari roket pendorong yang akan menjadi sampah antariksa.

Dikutip dari bbc.com/Indonesia, bahwa ada lebih dari setengah juta sampah yang tak sampai sebesar kelereng, dan lebih dari 20.000 seukuran bola kasti atau lebih besar lagi yang berserakan di orbit bumi. Sampah-sampah yang lebih besar itu mulai dari sarung tangan astronot sampai pesawat ruang angkasa nonaktif atau bekas pendorong roket. Tapi ukuran tidak selalu sebanding dengan potensi bahayanya.

Dari data sampah itu saja bisa dibayangkan bagaimana sesaknya orbit bumi saat ini oleh sampah antariksa yang juga bisa menjadi ancaman di bumi nantinya.

Juga ada risiko yang dikenal sebagai Sindrom Kessler atau Efek Kessler, ketika satu bagian sampah pecah dan menghantam sampah lainnya sehingga menjadi rangkaian tabrakan, yang akhirnya mengotori seluruh area orbit sehingga berbahaya bagi satelit.

Inilah akan dampak dari sampah-sampah antariksa jika Efek Kesser terjadi kedapannya. Karena tidak ada yang mengawasi sampah-sampah itu.

Jumlah sampah antariksa meningkat tajam pada 2007, ketika Cina dengan sengaja menghancurkan satelit cuaca Fengyun-1C dalam rangka uji coba senjata anti satelit. Dua tahun kemudian, satelit komunikasi Amerika Iridium 33 bertabrakan dengan pesawat antariksa Rusia Cosmos 2251 yang sudah tak terpakai. Konsekuensi dari kedua insiden ini masih dirasakan bertahun-tahun kemudian. (bbc.com/Indonesia)

Dengan banyaknya sampah antariksa yang ada, beberapa badan antariksa luar negeri mencari cara untuk mengatasinya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2