Bahaya Limbah Detergen Bagi Lingkungan dan Apa yang Bisa Dilakukan
Klikhijau.com – Pencemaran sehari-hari yang kadang luput dari perhatian adalah terkait limbah domestik atau rumah tangga. Limbah ini menjadi limbah umum hasil aktivitas rumah tangga. Detergen salah sa...
Klikhijau.com – Pencemaran sehari-hari yang kadang luput dari perhatian adalah terkait limbah domestik atau rumah tangga. Limbah ini menjadi limbah umum hasil aktivitas rumah tangga. Detergen salah satunya.
Hampir seperempat limbah detergen adalah hasil dari kegiatan mencuci dalam sehari. Detergen termasuk limbah nonkakus (greywater) yang mencakup limbah bekas mandi dan limbah dapur.
Limbah jenis greywater ini perlu penanganan khusus dibandingkan limbah blackwater (kotoran manusia) dan cleanwater (tetesan AC/kulkas). Sebab limbah jenis ini mengandung berbagai bahan kimia yang merusak saluran air.
Detergen merupakan bahan pembersih baju yang memiliki kandungan bahan-bahan kimia. Bahan tersebut termasuk di dalamnya surfakatan dengan kandungan kimia Alkyl Benzene Sulfonat (ABS) yang berfungsi mengangkat kotoran dari pakaian. Senyawa ini merupakan bahan aktif yang sulit diuraikan oleh mikroorganisme.
[irp]
Selain itu, banyak detergen menghasilkan produk sampingan Nonylphenol ethoxylates (NPE) yang mengancam kehidupan laut dengan cara mengganggu sistem endokrin dan meniru hormon. Belum lagi bahan bahaya lain seperti petrokimia dan fosfat.
Jika terakumulasi, penggunaan detergen mengakibatkan banyaknya ikatan hidrokarbon yang bisa mematikan tidak hanya biota air, tapi juga membuat air di selokan, sungai, dan laut tercemar. Warna air menjadi coklat dan berbau busuk dan zat-zat polutan yang dihasilkan bisa menjadi sumber penyakit kolera hingga disentri.