Atasi Perubahan Iklim, Kota Ini Melarang Konsumsi Daging di Hari Senin

Klikhijau.com - Kota Moreland, kota yang terletak di pinggiran kota Melbourne, Australia. Di kota itu, para peternak dibuat geram. Sebab pemerintah setempat melarang menu daging dalam setiap acara di...

Atasi Perubahan Iklim, Kota Ini Melarang Konsumsi Daging di Hari Senin
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

"Kami menjalankan metode pertanian tradisional. Sehingga semakin kami dipersulit, maka semakin banyak bahan makanan diproduksi secara massal melalui pabrik. Dampaknya pada lingkungan justru lebih besar," tegas Castle.

Program "Senin bebas daging" adalah upaya membantu mengatasi perubahan iklim.

"Saya pikir wajar saja bila kami berani mengambil keputusan seperti ini," ujar Walikota Moreland, Natalie Abboud

Namun, Castle menganggap  manfaatnya bagi lingkungan sangat terbatas.

Sumber emisi GRK masih di tangan listrik

"Jika para pengambil kebijakan terus mempersulit kehidupan peternak, akan semakin banyak makanan buatan pabrik yang digunakan. Tentunya itu tidak bagi untuk planet kita," ujar Castle.

Sementara itu, CEO Dewan Industri Daging Australia Patrick Hutchinson secara terpisah menyebut Pemkot Moreland salah menafsirkan laporan IPCC.

Dia menilai Pemkot Moreland kurang memahami mata rantai pasokan daging di Australia.

"Kami marah sekali karena Pemkot itu dengan mudah memilih mempromosikan diri sendiri dan agenda Partai Hijau. Padahal sebenarnya tidak menyelesaikan apa-apa," ujar Hutchinson.

Keputusan ini, katanya, tak lain dari tindakan populis Pemkot di wilayah perkotaan untuk mengambil jalan pintas dan menyalahkan orang lain.

"Kami sebagai industri berupaya mencapai karbon netral pada tahun 2030. Saya belum pernah dengar ada Pemkot di Melbourne yang mengajukan hal serupa," tambahnya.

Banyak orang menduga, ternak adalah sumber terbesar gas rumah kaca (GRK) di seluruh dunia. Sebagai contoh, sebuah analisis tahun 2009 yang diterbitkan oleh organisasi Worldwatch Institute yang berbasis di Washington D.C., Amerika Serikat menyatakan bahwa 51% emisi GRK global berasal dari pemeliharaan dan pengolahan ternak.

Namun,menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, sumber terbesar emisi GRK Amerika pada tahun 2016 adalah produksi listrik (28% dari total emisi), transportasi (28%) dan industri (22%).

Sektor pertanian secara keseluruhan menyumbang hanya sebesar 9%. Dari sektor peternakan hewan secara keseluruhan menyumbang kurang dari setengah jumlah ini, yaitu 3,9% dari total emisi gas rumah kaca AS. Angka tersebut sangat berbeda dari klaim yang mengatakan ternak memberikan sumbangan GRK lebih banyak dari sektor transportasi.

Sedangkan menurut Dr. Amanda Katili Niode, Manajer Climate Reality Indonesia bahwa iklim dunia kian memburuk. Terbukti dari musim panas dan musim dingin ekstrem di belahan dunia berbeda.

Dia menyarankan untuk mengurangi mengonsumsi daging demi menyelamatkan Bumi dari perubahan iklim

"Mengurangi makan daging sapi, misalnya, lebih baik bagi lingkungan karena peternakkan sapi menghasilkan gas ke udara lebih banyak. Berbeda dengan tahu yang proses produksinya tidak terlalu berdampak buruk untuk lingkungan," kata Amanda.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2