Ashar, Bibit Porang, dan Manfaat Menakjubkannya bagi Kesehatan
Klikhijau.com – Bibit porang itu menghampar di depan rumah Ashar. Jumlahnya dua ribu batang. Berada di dalam polybag. Ashar, salah seorang warga Desa Kndang Bulukumba. Ia mulai pembibitan sejak Agu...
Klikhijau.com – Bibit porang itu menghampar di depan rumah Ashar. Jumlahnya dua ribu batang. Berada di dalam polybag.
Ashar, salah seorang warga Desa Kndang Bulukumba. Ia mulai pembibitan sejak Agustus lalu. Saat ini bibit itu telah tumbuh (belum semuanya) dengan tinggi hampir sejengkal.
Ia membibitnya di depan rumah. “Agar lebih aman,” katanya. Beberapa tahun terakhir, tanaman ini menjadi komoditas andalan masyarakat, termasuk Desa Kindang.
Tumbuhan yang dulunya gulma itu, kini menjadi primadona. Tiada hari tanpa membincangkannya. Harga porang memang melangit.
[irp]
“Ini sudah ada yang minta Rp3.000/batang,” kata Ashar sambil menunjukkan bibit porang di depan rumahnya. Itu baru bibitnya, bagaimana dengan umbinya.
Pada panen tahun lalu, harganya di kisaran Rp8.000/kilo. Setidaknya orang tua saya menjualnya di harga itu.
Bagaimana tanaman liar ini bisa memiliki harga tinggi. Padahal dulu jika musim hujan turun petani akan resah. Sebab porang akan tumbuh subur di kebun. Tak ada solusi untuk memeranginya.
Dan lebih ‘sial’ tanaman ini akan hilang saat kemarau. “Dulu saya biasa membuang umbinya ke sungai,” kata Rahman. “Tapi, sekarang justru dipelihara dan jadi tanaman andalan,” lanjutnya.
Meski porang banyak tumbuh di kampung saya, di mana Ashar membibitnya. Manfaat komoditas ini belum banyak diketahui oleh masyarakat.
Dikembangkan sejak tahun 1980-an
Pendapat mereka masih diiringi dengan kata bede'. Kata itu menunjukkan suatu informasi yang tidak valid, mengandung unsur keraguan akan kebenarannya. Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) melalui akun twitternya membeberkan manfaat porang bagi kesehatan. Iya, porang selain sebagai bahan pangan untuk membuat tepung, gel dan lain sebagainya. Ternyata tanaman ini juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. [irp] Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain.) memiliki nama lain di kampung saya, yakni tire. Tanaman ini termasuk famili Araceae dan merupakan salah satu kekayaan hayati umbi-umbian Indonesia. Porang merupakan tanaman penghasil karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan. Tanaman porang sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan diekspor sebagai bahan baku industri (Nasir Saleh dkk, 2015) Budidaya tanaman ini di kampung saya belum terlalu lama, selama ini petani umumnya hanya mengambil serta memanfaatkan tanaman yang tumbuh liar di kebunnya. Namun, sebenarnya tananam gulma ini sudah lama dikembangkan. Bahkan mulai pada tahun 1980-an. Perum Perhutani KPH Saradanlah yang menggagasnya melalui program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), bekerjasama dengan Masyarakat Desa Hutan (MDH). Mereka inilah yang mulai mengembangkan tanaman ini di lahan tegakan hutan industri (sonokeling dan jati) yang dikelolanya. Lalu apa manfaatnya bagi kesehatan? Pertanyaan itu tentu saja menarik untuk dijawab. Agar kata bede di tengah masyarakat bisa hilang tiada:-
Mengendalikan kadar kolestrol
-
Menurunkan tekanan darah
-
Merawat kesehatan kulit
-
Mencegah kanker
-
Mengontrol berat badan
-
Mengatasi peradangan
-
Mengatasi sembelit
-
Membantu menyembuhkan luka
-
Mengatasi penyakit diabetes