Daun Bidara Laut, Tanaman Herbal dengan Manfaat Antioksidan Tinggi

Publish by -936 kali dilihat
Penulis: Monny P. Patandean
Daun Bidara Laut, Tanaman Herbal dengan Manfaat Antioksidan Tinggi
Daun bidara laut - Foto/YouTube

Klikhijau.com – Daun bidara laut (Strychnos lucida), satu tumbuhan herbal dari famili Loganiaceae. Tanaman ini paling banyak dikembangkan sebagai antioksidan alami.

Bidara laut memiliki ragam nama, di beberapa daerah di Sumatera, akrab dinamai bidara putih, bidara pahit, dan kayu ular. Sementara di Jawa, tumbuhan ini disebut dara putih dan dara gunung.

Di Madura, ada yang menyebutnya bidara gunung, sebagian lagi menyebutnya buin dan songga. Orang Bugis menyebutnya aju mapai atau bidara mapai. Sedangkan orang Bima menyebutnya kayu songga.

Kandungan alami bidara Laut dapat dikembangkan sebagai bahan obat seperti antioksidan.

Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menangkal atau meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh.

KLIK INI:  Efektif dan Gratis, Ini 6 Cara Jitu Atasi Serdawa!

Belum lama ini, kami meneliti aktivitas dari fraksi daun bidara laut dengan menggunakan metode Nitirt Oksida (NO).

Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa nilai IC50 fraksi n-heksan sebesar  457,95 µg/mL, nilai IC50 fraksi etil asetat sebesar  68,266 µg/mL, dan nilai IC50 fraksi air-etanol sebesar 64,812 µg/mL.

Serta nilai IC50 kontrol positif kuarsetin sebesar 9,544 µg/ml. Hal ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dan fraksi air-etanol memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.

Masyarakat di Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak lama telah menggunakan tanaman ini sebagai obat alami.

KLIK INI:  Kecoak Bisa Buat Kecewa, Ini 7 Alasan di Baliknya!
Daun bidara laut sebagai antioksidan

Bidara laut secara tradisional digunakan untuk mengobati beberapa penyakit diantaranya malaria, demam, penyakit kulit, bisul serta pembersih jerawat (Yusiana, 2018).

Dari penelitian sebelum-nya diketahui bahwa kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman bidara laut adalah alkaloid, tanin, brusin, fenol, saponin, kuarsetin, dan terpenoid (Michel et al, 2011).

Berdasarkan tinjauan pustaka dinyatakan bahwa tanaman bidara laut memiliki kandungan fenolat dan flavanoid yang kaya akan manfaat biologis antara lain, antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, anti-fungi dan mencegah timbulnya tumor  (Haeria, et al, 2016).

Antioksidan merupakan se-nyawa yang mampu menangkal atau meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh.

KLIK INI:  Waspada, Duduk Terlalu Lama dapat Mengganggu Kesehatan!

Antioksidan bekerja dengan cara men-donorkan satu elektronnya ke-pada senyawa yang bersifat oksidan sehingga aktivitas senyawa oksidan tersebut bisa dihambat (Winarsih, 2007).

Antioksidan dalam sistem biologis berperan sebagai penangkal radikal bebas sehingga dapat melawan kerusakan oksidatif (Kesuma, 2015).

Penelitian terhadap aktivitas antioksidan pada ekstrak maupun fraksi telah diteliti dengan metode yang berbeda.

Menurut penelitian (Susanti, 2019) menggunakan metode peredaman ABTS  menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi daun bidara laut memiliki aktivitas antioksidan, dengan nilai IC50 ekstrak daun bidara laut sebesar 17,173 µg/ml, fraksi n-heksan sebesar 46,790 µg/ml, dan fraksi etil asetat sebesar 4,997 µg/ml.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka pada penelitian ini akan dilakukan pengujian aktivitas antioksidan pada fraksi daun bidara laut dengan menggunakan metode penghambatan radikal bebas lainnya yaitu Nitrit Oksida (NO).

ekstrak daun bidara laut
ekstrak daun bidara laut – Foto/Ist

Nitrit Oksida (Natrium nitroprusside) berperan sebagai radikal bebas akan bereaksi dengan senyawa antioksidan (flavanoid) yang dapat meng-hambat radikal bebas seperti radikal superoksida dan hidrogen.

NO akan bereaksi dengan O2 dan H+/Hmembentuk peroksinitrit serta radikal hidrogen yang menyebabkan kerusakan sub-stansi jaringan dan sel melalui mekanisme radikal bebas.

Hasil uji aktivitas antioksidan fraksi daun bidara laut dengan menggunakan metode Nitrit Oksida menunjukkan bahwa Nilai IC50 fraksi n-heksan sebesar 457,95 µg/mL, fraksi etil asetat sebesar 68,266 µg/mL, dan fraksi air- etanol sebesar 64,812 µg/mL.

Sehingga dapat diketahui bahwa pada fraksi etil asetat dan fraksi air-etanol memiliki aktivitas antioksidan yang kuat.

Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Begini Cara Alami untuk Pengobatan Gusi Bengkak
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!