Peperomia Obtusifolia, Tanaman Hias Abadi yang Selalu Hijau dan Cara Merawatnya

Publish by -1.667 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
Peperomia Obtusifolia, Tanaman Hias Abadi yang Selalu Hijau dan Cara Merawatnya
Peperomia Obtusifolia - Foto/ epicgardening

Klikhijau.com – Peperomia obtusifolia, tamanan hias abadi yang tampilannya selalu menghijau. Jenis satu ini tergolong mewah dan tentu juga mahal. Tak heran bila banyak yang memburuhnya untuk melengkapi dekorasi taman rumah.

Mengapa dijuluki obtusifolia? Istilah ini ternyata relevan dengan bentuk daunnya yang berdaun tumpul”, karenanya dinamai peperomia berdaun tumpul. Namun, secara umum tanaman ini lebih familiar dengan nama tanaman karet bayi atau wajah ladah.

Di sejumlah tempat juga disebut “wajah lada”. Hal ini karena adanya kemiripan dengan Piper nigrum, tanaman lada hitam sejati atau merica. Bentuk dan ukuran daunnya sangat mirip. Terlebih, peperomia berkerabat dekat dengan lada hitam sebagai bagian dari famili Piperaceae.

Tanaman abadi ini bisa tumbuh setinggi satu kaki dan lebar yang serupa. Bunganya tidak mencolok, berwarna putih kehijauan.

Tanaman karet bayi ini sangat cocok ditanam sebagai tanaman taman hias gantung, tanaman dalam ruangan pot yang tumbuh rendah, atau sebagai penutup tanah di tempat teduh. Klikhijau telah merangkum  banyak informasi mengenai peperomia obtusifolia dan akan disajikan pada artikel ini.

KLIK INI:  Tanaman Hias Hoya, Keunikan, Manfaat dan Cara Benar Menanamnya!
Spesifikasi tanaman

Adapun spesifikasi atau gambaran dari tanaman ini adalah sebagai berikut:

Nama ilmiah: Peperomia obtusifolia

Nama umum: Tanaman karet bayi, wajah merica

Keluarga: Piperaceae

Tinggi dan sebaran: Tumbuh dan menyebar hingga 1 kaki, kultivar kerdil lebih kecil

Matahari: Pencahayaan terang dan tidak langsung

Air: Air saat permukaan megering

Hama dan penyakit: Busuk batang dan akar, bercak daun, botrytis

Varietas: Peperomia Obtusifolia ‘Alba’, Peperomia obtusifolia ‘Variegata’ dan ‘Greengold’, Peperomia obtusifolia ‘Albo-marginata’, ‘Hummel White Cloud’, Peperomia obtusifolia ‘Minima’, Merawat Tanaman Karet Bayi Anda.

Perawatannya

Dalam hal perawatannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada tanaman ini, baik dari aspek pencahayaan, pemupukan dan cara mengatasinya dari penyakit. Berikut penjelasannya:

KLIK INI:  Tanaman Lee Kwan Yew, Dekorasi Alami dengan Aksentuasi Hijau Daun  
  • Pencahayaan

Cahaya terang namun tidak langsung sangat diminati oleh tanaman ini. Walau begitu, cahaya langsung dalam waktu singkat sejatinya tak masalah. Pendeknya, terlalu banyak sinar matahari dapat memicu terjadinya perubahan warna daun. Karenanya, keteduhan parsial adalah pilihan terbaik untuk tanaman ini. 

  • Air dan kelembaban

Penyiraman ringan secara konsisten sangat tepat untuk tanaman hias satu ini. Namun, perlu diingat, penyiraman tidak terlalu intens. Tunggu sampai tanah di permukaan hampir mengering sebelum disiram lagi, tetapi jangan biarkan sampai benar-benar kering.

Di musim hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan lagi. Perlu diketahui, dedaun tanaman ini memiliki kelembapan yang cukup tinggi, tanaman ini agak tahan terhadap kekeringan.

Dalam fase pertumbuhan aktif, tanaman menyukai lingkungan dengan kelembapan tinggi. Hal ini meniru suasana hutan alaminya.

Tempatkan nampan kerikil di bawah tanaman. Hindari menempatkannya di aliran udara dari pemanas atau sistem pendingin udara.

KLIK INI:  Mekar Hanya Sesaat, Luangkan Waktu Menikmati Keindahan 5 Bunga Ini!
  • Tanah

Peperomia toleran terhadap sebagian besar tanah. Tanah liat, pasir, atau lempung semuanya opsional.  Hindari tanah yang menahan banyak kelembapan terhadap akar epifit. Kelembaban yang berlebihan dapat menyebabkan busuk akar terbentuk.

Toleransi itu juga menyebar ke pH tanah. Tanah yang sedikit asam, netral, atau sedikit basa bagus untuk tanaman Anda. Di alam liar, tanaman ini sering tumbuh di puing-puing tanaman di sepanjang lantai hutan, sehingga toleran terhadap banyak jenis tanah asalkan memiliki drainase yang baik.

  • Pupuk

Pemupukan yang tepat adalah pupuk cair yang bisa diberikan setiap 3 minggu, terutama saat musim kemarau. Oleskan pupuk langsung ke tanah daripada daunnya untuk menghindari daun terbakar.

  • Perambatan

Stek batang atau daun adalah cara terbaik untuk memperbanyak tanaman ini. Mereka tumbuh dengan mudah dari keduanya. Gunakan hormon perakaran pada pangkal stek untuk mempercepat perkembangan akar.

KLIK INI:  5 Alasan Kekinian mengapa Harga Tanaman Monstera Malangit
  • Pemangkasan

Meskipun pemangkasan tidak mutlak diperlukan, pemangkasan sering kali dilakukan untuk tujuan kosmetik. Pemangkasan teratur dapat mendorong perkembangan daun yang lebih lebat. Mempertahankan ukuran tertentu juga merupakan pilihan.

Anda juga bisa memangkas daun yang mati atau layu. Di alam liar, daun-daun tumbang tanaman ini akan membentuk mulsa di sekitar pangkalnya. Seiring waktu, mereka akan rusak dan menjadi bagian dari tanah.

Peperomia Obtusifolia
Peperomia Obtusifolia – Foto/ epicgardening
Beberapa masalah tanaman

Ada beberapa permasalahan yang kadang dihadapi pada tanaman ini antara lain:

Terlalu banyak air dapat menyebabkan lepuh kecil pada daun yang berdaging. Ini juga dapat menyebabkan kondisi yang mendorong pembusukan akar atau batang. Pastikan tanah Anda memiliki drainase yang baik dan lepaskan kelebihan air. Hindari meninggalkan pot tanaman Anda di genangan air, karena itu juga bisa menyebabkan penyiraman berlebihan.

KLIK INI:  Cara Merawat Dracaena, Tanaman Hoki yang Dijuluki Si Naga Betina

Jika suhu turun di bawah 55 derajat, ujung daun bisa mulai berubah warna menjadi coklat. Semakin dingin jadinya, semakin parah kerusakan ini. Suhu yang mendekati titik beku akan menggunduli tanaman Anda dan menyebabkan kerusakan yang berlebihan.

Hindari menempatkan tanaman Anda di lokasi berangin. Ventilasi AC dapat mendinginkan daun tanaman. Pemanas dapat mengeringkan tanah terlalu cepat dan menyebabkan layu. Suhu yang konsisten paling baik untuk peperomia obtusifolia Anda.

Serangan hama dan penyakit

Hama yang paling umum untuk tanaman ini adalah jenis tungau laba-laba. Hama kecil ini dapat menyedot getah dari daun yang berdaging.

Hama penghisap lain yang mungkin muncul adalah kutuh putih dan lalat putih. Keduanya bisa diobati dengan sabun insektisida. Jika kutu putih masih ada, Anda bisa menggunakan kapas yang dicelupkan ke dalam alkohol untuk menghilangkannya dari daun.

Sedangkan penyakit yang kadang menyerang peperomia adalah Phytopthora. Ini bisa terjadi saat tanah terlalu lembab. Jamur jamur air ini dapat menyebabkan busuk akar dan batang berkembang. Tanaman bisa mati karena variasi redaman akibat pembusukan ini. Untuk menghindari penyakit jamur ini, jangan terlalu banyak menyiram, dan pastikan tanah Anda mengalir dengan baik.

Phytopthora juga dapat menyebabkan pemotongan busuk. Jika stek Anda tidak pernah berakar dan malah gagal, sebaiknya buang tanah yang terinfeksi. Mulailah lagi dengan tanah yang steril, pastikan untuk mensterilkan pot dan peralatan Anda sebelum Anda mulai. Ini mencegah penularan lebih lanjut dari penyakit jamur ini.

Itulah perkenalan mengenai peperomia Obtusifolia, semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Berkenalan dengan Bunga Oxalis, Tanaman Cinta yang Mudah Dirawat
Editor: Anis Kurniawan
Sumber: epicgardening dan Klikhijau.com

KLIK Pilihan!