Cara Menanam Cabai Rawit agar Tumbuh Subur dan Berbuah Terus

Publish by -6.243 kali dilihat
Penulis: Anis Kurniawan
Cara Menanam Cabai Rawit agar Tumbuh Subur dan Berbuah Terus
Tanaman cabai milik Nisha yang ditanam secara organik di Pangkep - Foto/Ist

Klikhijau.com – Bagaimana cara menanam cabai rawit agar tumbuh subur? Memang banyak yang kadang gemmes perihal ini. Menanam cabai susah-susah gampang. Selain kadang mati sebelum saatnya berbuah, tanaman ini disukai beragam hama semisal lalat buah.

Padahal, cabai rawit sangat dibutuhkan dalam keseharian. Apalagi dengan rasa pedasnya yang bikin ketagihan dan dapat menaikkan selera makan. Punya tanaman ini di samping rumah tentu membahagiakan, apalagi jika sudah bisa dipanen setiap saat.

Cabai rawit ternyata mengandung banyak vitamin yang sangat berguna bagi Kesehatan yakni protein (15 mg), kalsium (150 mg), Fe (9 mg), Vitamin A (1000 Si), Vitamin B1 (0,5 mg), Vitamin C (10 mg), lemak (11 mg), karbohidrat (33 mg), dan air (8 mg).

Nah, agar tanaman cabai yang Anda tanam tumbuh subur, berikut tips sederhana dari Khaerunnisa, seorang petani milenial di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Nisha sapaan akrabnya sangat intens menanam sayuran organik Bersama komunitasnya “YouTanam”.

KLIK INI:  Cara Merawat Aglonema Agar dapat Memanen Manfaat Terbaiknya

Langkah pertama: pemilihan bibit

Pilihan bibit berkualitas sangat penting agar tanaman cabai tumbuh baik. Bibit cabai berlabel panah merah banyak disarankan pencinta tanaman, namun pengalaman Nisha menarik dicoba. Yah, Nisha menyemai sendiri bibitnya dari tanaman cabai yang sudah berbuah.

Caranya simpel yakni pilihlah cabai berukuran paling besar yang masak di pohonnya. Buah pertama tentu lebih bagus kualitasnya, kata Nisha.

Setelah itu, bijinya diambil atau dipisahkan dari kulitnya. Biji dapat dijemur terlebih dahulu, tetapi bisa juga tidak. Biji berkualitas tadi kemudian dibibit di bambu setinggi 5 cm pakai kompos atau di botol bekas. Mengapa bambu? Karena media ini membuat bibit tanaman mudah dipindahkan.

media tanam
Pembibitan cabai

“Kalau dipindahkan akarnya tidak goyang, itulah mengapa disarankan pakai kompos juga,” jelas Nisha.

KLIK INI:  6 Tanaman Mungil Anti Polusi Udara yang Wajib Ditanam di Halaman Rumah
Pemindahan bibit
pemidahan bibit
Pemindahan bibit cabai

Setelah bibit tanaman mulai tumbuh dengan ukuran yang cukup yakni sekitar empat atau lima daun, tanaman cabai sudah bisa dipindahkan. “Kira-kira setelah berusia dua hingga tiga minggu. Makin lama makin baik,” kata Nisha.

Di lokasi penanaman permanen, sudah disiapkan kompos di sekitarnya. Perhatikan pula pembedengan tanah sebelum menanam.

Menurut pengalaman Nisha, kalau musim hujan bedeng dibuat agak tinggi demi mengantisipasi genangan air. Sedangkan di musim kemarau, bedengnya bahkan tidak terlalu tinggi bahkan bisa langsung digalikan di tanah. Hal ini karena saat kemarau air relatif kurang.

Nah, pada galian yang sudah dibuat ditambahkan kompos secukupnya. Tanam bibit yang sudah dipindahkan tersebut di tempat galian berisi kompos. Lalu ditutupi dengan pelepah batang pisang agar tanaman tetap dingin. Ini dipasang sekitar 5 atau 7 hari, setelah itu disisihkan agar perumbuhannya lebih bebas.

Pemasangan batang pisang
Pemasangan pelepah batang pisang pada tanaman cabai
KLIK INI:  10 Hijab Ramah Lingkungan yang Perlu Diketahui Para Hijabers
Penyiraman

Tanaman cabai membutuhkan penyiraman yang cukup karena tanaman ini memang memerlukan air memadai. Penyiraman minimal dilakukan setidaknya pagi dan sore hari.

Pemupukan

Pengalaman Nisha cukup menarik yakni tidak memberi pupuk kimia apalagi pestisida pada tanamannya. Pemupukan menggunakan pupuk kompos setiap setelah 1 atau 2 minggu setelah penananam.

Nisha juga memberi nutrisi pada tanamannya dengan pupuk cair olahan sendiri yang dipermentasi dari kotoran sapi dan bakteri pengurai. Namun, bila ini tidak tersedia, pupuk kompos sudah cukup memenuhi nutrisi tanaman cabai. Setiap diberi kompos dilakukan pula penggemburan di sekitar tanaman.

Tips agar berbuah banyak tiada henti

Bagaimana agar tanaman cabai berbuah melimpah dan bisa panen berkal-kali?

KLIK INI:  Peduli Lingkungan, Bisa Dimulai dari 10 Tindakan Sederhana Ini!

Saat pohon cabai sudah besar dan menjelang berbuah, ada baiknya dipotong bagian atasnya agar pertumbuhannya tidak menjulang tinggi tapi bercabang-cabang. Dengan begini, buah tanaman akan lebih banyak. Ingat, cara ini dilakukan sebelum cabai mengeluarkan buah.

Agar cabai tidak berhenti berbuah, perawatannya harus intensif. Setidaknya penyiraman rutin dan pemberian kompos yang teratur.

Usai panen perdana, teruslah merawatnya agar panen berikutnya masih bisa dinikmati. “Kalau bagus perawatannya, cabai tidak akan berhenti berbuah. Usai menggugurkan daun pasca panen, ia butuh perawatan lagi agar berbuah kembali,” cerita Nisha.

Itulah cara menanam cabai rawit dengan cara alami agar berbuah melimpah dan berkelanjutan. Cek pula usia panen sayuran DI SINI, untuk memperkaya wawasan Anda menggeluti urbang farming. Selamat mencoba!

KLIK INI:  Sebaiknya Kurangi Sampah Makanan dengan Melakukan Ini!
Editor: Anis Kurniawan

KLIK Pilihan!