Apakah Kucing Mengerti Panggilan yang Ditujukan Padanya?

oleh -18 kali dilihat
Akhir Kisah Abah Grandong, Pemakan Kucing Hidup-Hidup yang Menyebalkan
Ilustrasi kucing/foto-REQnews.com

Klikhijau.com – Seekor kucing yang diberi telah nama, akan sangat suka dipanggil dengan namanya, entah untuk makan atau ditegur.

Ketika namanya dipanggil, hewan dari kelas Mammalia tersebut akan segera mendekat atau ketika ditegur dengan menyebut namanya, biasanya akan segera menghindar.

Sebagai hewan peliharaan, kucing termasuk hewan rumahan yang sangat akrab dengan manusia. Tingkahnya yang lucu menjadikannya teman yang menggemaskan.

Rerata orang yang memelihara kucing akan memberinya nama, dan nama itu jadi identitas sendiri bagi si kucing, nama yang diberikan kadang terdengar lucu atau bahkan lebih indah dari nama si pemiliknya.

KLIK INI:  Tahura Mengantar V ke Salemba, Jakarta

Ketika si kucing telah diberi nama, lalu dipanggil atau ditegur dengan nama pemberian itu, biasanya akan segera direspons.

Apakah kucing mengerti dengan nama yang diberikan atau ia hanya merespons saja suara yang familiar yang sering menyebut namanya, sedangkan pada orang lain, responsnya akan tetap dingin alias cuek? Pertanyaan itu dijawab oleh sebuah penelitian yang dipimpin oleh Paris Nanterre University dan dipublikasikan dalam jurnal Animal Cognition.

Penelitian tersebut menemukan bahwa kucing dapat mengubah perilakunya ketika mereka mendengar suara pemiliknya berbicara dengan nada yang ditujukan kepada mereka.

Namun, hal itu tidak berlaku ketika kucing mendengar suara orang asing yang menyapanya atau suara pemiliknya yang ditujukan kepadanya.

KLIK INI:  Tentang Cara Merawat dan Menjaga Kucing Kesayangan
Ikatan yang kuat

Dengan adanya temuan itu,  menunjukkan bahwa hewan peliharaan dari ordo Carnivora itu dapat membentuk ikatan afektif yang kuat dengan pemiliknya.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa nada suara manusia bervariasi tergantung pada siapa pidato itu ditujukan, seperti ketika berbicara dengan bayi atau hewan peliharaan versus ketika berbicara dengan orang dewasa lainnya.

Sementara penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa nada bicara manusia berubah ketika diarahkan ke kucing, sedikit yang diketahui tentang bagaimana kucing bereaksi terhadap hal ini.

Sekarang, para peneliti menyelidiki bagaimana 16 kucing bereaksi terhadap suara yang direkam sebelumnya dari pemiliknya dan orang asing ketika mengucapkan frasa dengan nada yang diarahkan pada kucing dan orang dewasa.

Para ilmuwan memeriksa tiga kondisi, yakni pertama, suara pembicara berubah dari suara orang asing menjadi suara pemilik kucing, sedangkan pada kondisi kedua dan ketiga, nada suara pemilik kucing dan orang asing, masing-masing, berubah dari suara yang diarahkan ke kucing diarahkan orang dewasa.

KLIK INI:  Apakah Kucing Hutan Bisa Dipelihara atau Diperjualbelikan?

Pada kondisi pertama, sepuluh dari 16 kucing menunjukkan penurunan intensitas perilaku saat mereka mendengar tiga rekaman audio dari suara orang asing yang memanggil mereka dengan nama mereka. Namun, ketika mendengar suara pemiliknya, intensitas perilaku mereka meningkat secara signifikan lagi, dan kucing mulai menunjukkan perilaku seperti mengarahkan telinga ke speaker, bergerak melintasi ruangan, dan menunjukkan pelebaran pupil.

Dapat membedakan suara

Menurut para ahli, perubahan perilaku ini menunjukkan bahwa seekor kucing dapat membedakan suara pemiliknya dari suara orang asing.

Dalam kondisi eksperimental kedua, sepuluh kucing menurunkan intensitas perilaku mereka ketika mendengar rekaman audio pemiliknya dengan nada yang diarahkan pada orang dewasa, tetapi meningkat secara signifikan ketika mendengar pemiliknya berbicara dengan nada yang diarahkan pada kucing.

Perubahan intensitas perilaku seperti itu tidak diidentifikasi dalam kondisi ketiga, ketika orang asing berbicara dengan nada yang diarahkan pada orang dewasa atau nada yang diarahkan pada kucing.

KLIK INI:  Seekor Kucing Hutan Terpantau Berkeliaran di Kawasan Rumah Hijau Denassa

Dengan demikian, kucing tampaknya dapat membedakan ketika pemiliknya berbicara dengan nada yang diarahkan pada kucing dibandingkan dengan yang diarahkan oleh orang dewasa, tetapi tidak bereaksi secara berbeda ketika suara orang asing mengubah nadanya.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki apakah temuan ini dapat direplikasi dalam kasus kucing yang lebih bersosialisasi yang digunakan untuk berinteraksi dengan orang asing.

“Temuan ini membawa dimensi baru pada pertimbangan hubungan manusia-kucing, karena mereka menyiratkan perkembangan komunikasi tertentu menjadi pasangan manusia-kucing, yang bergantung pada pengalaman. Hasil kami menyoroti pentingnya hubungan satu lawan satu untuk kucing, memperkuat literatur terbaru mengenai kemampuan kucing dan manusia untuk membentuk ikatan yang kuat, ”penulis menyimpulkan.

Dengan adanya hasil penelitian tersebut, telah terjawab kenapa seekor kucing kadang tidak mudah akrab dengan orang baru.

KLIK INI:  Kisah Seekor Kucing yang Menjaga Museum dan Masjid

Sumber: Earth