Apa Saja Sampah Organik yang Tidak Cocok untuk Bahan Eco Enzyme?
Klikhijau.com – Mengolah sampah dapur menjadi eco enzyme, kini mulai digeluti banyak orang sebagai satu solusi penanganan sampah rumah tangga. Metode ini memungkinkan sisa sampah organik di dapur tida...
Klikhijau.com – Mengolah sampah dapur menjadi eco enzyme, kini mulai digeluti banyak orang sebagai satu solusi penanganan sampah rumah tangga. Metode ini memungkinkan sisa sampah organik di dapur tidak lagi harus terbuang ke TPA, namun dapat jadi sesuatu yang bermanfaat.
Pada beberapa artikel sebelumnya telah diperkenalkan tentang apa itu eco enzyme, cara membuat dan juga manfaatnya. Lihat penjelasan lengkapnya di SINI!
Singkatnya dapat dijelaskan bahwa eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air.
Metode ini mulanya dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong dari Thailand melalui penelitian selama puluhan tahun. Gagasan awalnya adalah pemanfaatan sampah organik menjadi suatu cairan multiguna yang dapat digunakan kembali untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian dan peternakan.
Ada tiga bahan dasar pembuatan eco enzyme yakni sampah organik (ampas buah dan sayuran), gula merah (gula lainnya lihat di SINI!) dan air. Artikel kali ini akan membahas tentang jenis sampah organik apa saja yang tidak cocok untuk dijadikan bahan pembuatan eco enzyme?
Hal ini penting mengingat ada beberapa jenis limbah dapur yang tidak cocok digunakan. Apa saja sampah organik yang tidak cocok untuk pembuatan cairan eco enzyme, berikut penjelasannya, dirangkum dari sejumlah pengalaman:
[irp]
Eco enzyme yang dijadikan pestisida nabati oleh Kenny dalam mengatasi hama yang menyerang tanaman seledri - Foto/Kenny[/caption]
-
Tahu dan tempe
-
Kulit telur
-
Sayur dan buah yang telah terkena minyak
-
Sayur dan buah yang telah dimasak
-
Daun kering
-
Bahan bertekstur keras
-
Kulit alpukat
Tiga langkah penting dalam membuat eco enzyme
Sebelum praktik, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan cairan multiguna ini. Berikut penjelasaanya:Langkah pertama:
Perhatikan skala perbandingan tiga bahan utamanya. Perbandingannya adalah gula/molase 1 bagian, bahan organik 3 bagian dan air 10 bagian.Langkah kedua:
- Siapkan wadah, ukur berapa kapasitas wadah tersebut. Lalu isi dengan 60 persen air. Misalnya, wadah yang kapasitasnya 5 liter, maka isilah dengan air sebanyak 3 liter air saja.
- Timbang molase/gula merah sebanyak 3 Ons dan masukkan ke dalam wadah yang telah diisi air lalu aduk rata.
- Timbang kulit buah/sayur 9 ons, lalu masukkan ke dalam larutan gula dan air, aduk rata lalu tutup rapat.
- Pada hari ke-2 mulailah membuka wadah untuk membuang gasnya sampai 7 hari (tergantung bahan organik dan tipe wadah). Lalu, tutup rapat tanpa diaduk lagi.
- Hari ke-7 buang gas sambil diaduk sebentar dan tutup rapat.
- Usia Eco Enzyme 1 bulan aduk lagi, lalu tutup lagi hingga masa panen di usia 3 bulan dan siap digunakan.