5 Jenis Gula Terbaik untuk Membuat Eco Enzyme dan Cara Penerapannya

oleh -473 kali dilihat
5 Jenis Gula Terbaik untuk Membuat Eco Enzyme dan Cara Penerapannya
komposisi bahan pembuatan eco enzyme -Foto/Zerowaste.id

Klikhijau.com – Sampah rumah tangga yang dihasilkan dari dapur cukup dominan loh Sahabat Hijau. Umumnya kita membuangnya begitu saja dan takdirnya berakhir di TPA. Hanya segelintir orang saja yang memanfaatkannya sebagai bahan kompos atau mengolahnya untuk pembuatan eco enzyme.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai eco enzyme. Sebelumnya, kenali lebih dekat dengan metode eco enzyme di SINI!

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa eco enzyme adalah larutan yang dihasilkan dari proses fermentasi sisa sampah organik, gula dan air. Metode ini diperkenalkan pertama kalinya oleh Dr. Rosukan Poopanvong dari Thailand melalui riset panjang sekitar 30 tahun.

Proses pembuatan eco enzyme cukup mudah namun manfaatnya luar biasa. Cairan yang dhasilkan akan multiguna baik sebagai pupuk organik, deterjen, pestisida alami, sabun dan lainnya. Metode ini sangat efektif untuk menangani sampah organik yang komposisinya cukup besar.

Dalam pembuatan eco enzyme, selain sampah khusus seperti sisa-sisa kulit sayuran atau buah yang lembut, bahan intin lainnya adalah gula. Tanpa gula fermentasi akan gagal dihasilkan.

KLIK INI:  Biopori, Solusi Murah Meriah Singkirkan Genangan di Antara Kita
Jenis gula terbaik untuk eco enzyme

Lalu, jenis gula apa saja yang baik untuk pembuat eco enzyme? Dirangkum dari sejumlah pengalaman, berikut 5 jenis gula yang baik digunakan:

  • Gula aren murni
gula eco enzyme
Gula Aren – Foto/Lemonimo

Gula aren murni dbuat dari pohon aren dan tanpa campuran bahan lainnya. Jenis gula ini banyak dijumpai di pasaran. Namun, untuk produk yang murni dan berkualitas ada baiknya didatangkan dari produsennya di desa.

Pastikan Anda tidak menggunakan gula oplosan yang dalam produksinya telah bercampur dengan bahan lain seperti gula pasir, santan dan lainnya. Harga gula aren murni memang sedikit lebih mahal dari jenis oplosan.

  • Gula kelapa atau gula semut

Gula kelapa adalah gula merah yang diproduksi dari pohon kelapa. Pilih jenis gula kelapa murni dan bukan oplosan untuk kualitas terbaik.

  • Gula tebu awur atau molase kering

Gula tebu atau molase kering diproduksi khusus dengan bahan baku tebu murni dan bukan dari kelapa atau aren. Proses pengolahannya dilakukan secara tradisional, dimana tebu digiling dan menghasilan air tebu yang kemudian dipanaskan sampai menjadi gulali cair.

Setelah itu dipadatkan dengan tanpa campuran pengawet. Gula merah tebu atau molase kering dikenal sangat baik untuk pembuatan Eco Enzyme. Bahkan, apabila eco enzyme dipakai untuk keperluan pengobatan maka sebaiknya memakai gula teby untuk menghindari dari kontaminasi dari micro organisme yg tidak diinginkan.

KLIK INI:  Ecoprint, Cara Sederhana Berpihak Pada Bumi di Akhir Pekan
  • Gula tebu cair

Gula tebu cair juga diproduksi dari bahan dasar tebu. Bedanya adalah pada bentuknya yang cair. Namun, jenis ini akan sangat baik pula dimanfaatkan untuk bahan utama eco enzyme bila produksi gulanya murni dan tanpa oplosan.

  • Semua gula murni tanpa proses kimiawi

Selain jenis gula di atas, sejatinya semua jenis gula merah murni dapat dijadikan bahan dasar eco enzyme sejauh pembuatannya tanpa proses kimiawi.

Bagaimana skala atau takarannya?

Sekali lagi pembuatan eco enzyme hanya memanfaatkan 3 bahan utama antara lain sampah sayur atau buah, gula dan air. Lalu, bagaimana skala atau perbandingannya?

Di sini kita menggunakan rumus 1:3: 10 atau 1 bagian gula, 3 kg sampah organik dan 10 liter air. Atau skala dibawahnya juga bisa dipakai yakni 500 gram gula, 1.5 kg sampah sayur/buah dan 5 liter air.

Rumus ini telah dijadikan rumus paten bagi para pegiat eco enzyme di seluruh dunia. Mengapa? Karena rumus ini merupakan bagian inti dari penemuan Dr Rosukon dalam penelitian panjangnya selama 30 tahun.

Oya, proses fermentasi cairan eco enzyme dilakukans elama 3 bulan. Istilahnya setelah masa ini barulah cairan eco enzyme dapat dipanen. Banyak pakar mengatakan bahwa semakin lama umur fermentasi semakin baik pula kualitas cairan eco enzyme.

Cairan eco enzyme difermentasi pada sebuah wadah khusus berbahan plastik dan wadah dengan mulut lebar seperti toples kerupuk, ember bekas cat dan lainnya.

Itulah informasi mengenai pilihan gula merah dan skalanya dalam pembuatan cairan eco enzyme. Nantikan penjelasan lain dan lebih lengkap di Klikhijau yah. Semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Teknik Ecoprint Hadirkan Busana yang Ecofriendly