Anoa, Kisah dan Habitatnya yang Terancam Punah

Klikhijau.com - Menurut WIKIPEDIA, Anoa adalah hewan endemik Sulawesi, sekaligus maskot Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan letak persebarannya, hewan ini tergolong fauna peralihan. Sejak tahun 19...

Anoa, Kisah dan Habitatnya yang Terancam Punah
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Menurut WIKIPEDIA, Anoa adalah hewan endemik Sulawesi, sekaligus maskot Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan letak persebarannya, hewan ini tergolong fauna peralihan. Sejak tahun 1960-an, anoa berada dalam status terancam punah.

Dalam sepuluh tahun terakhir populasinya menurun secara drastis dan terancam punah. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup.

Akhir tahun 2015 silam, saya mendapat kesempatan istimewa berkunjung ke Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Manado untuk melihat anoa.

Di sana, saya berjumpa empat anoa betina bernama Denok (4 tahun), Manis (5 tahun), Ana (4 tahun), Rita (2 tahun) serta dua jantan bernama Rambo (4 tahun) dan Rocky (2 tahun).

Kini, hewan-hewan itu mungkin sudah besar, semoga sehat-sehat saja dan tak terancam punah.

Menakjubkan, ketika saya mendekat dan mencoba memanggil nama-nama anoa itu, mereka memberi respon layaknya manusia. Matanya tertujuh pada sumber suara.

[irp]

Kisah Denok

Bahkan, seekor yang bernama Denokโ€”konon yang paling lincah dan agresif, tetiba bereaksi dengan berlari lalu-lalang saat melihat kami bergerombol.

Ia seperti mencari perhatian. Namun, ketika seorang pegawai Balai memanggil namanya, Denok pun terkulai tenang.

Denok menyandarkan tubuhnya di sisi sebuah pohon yang daunnya meranggas sebagai pelindung terik matahari.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: