Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Anak Kecil dalam Hujan

Burung Ingatan   seekor burung sriti menabrak kepalaku ketika rintik hujan pertama menyentuh atap pada hari minggu yang tanpa libur itu aku tersentak kaget, kepalaku pening terasa berpu...

Oleh Irhyl R Makkatutu 30 Mar 2024 00:20 3 menit baca

Burung Ingatan

  seekor burung sriti menabrak kepalaku ketika rintik hujan pertama menyentuh atap pada hari minggu yang tanpa libur itu aku tersentak kaget, kepalaku pening terasa berputar-putar dan menghamburkan banyak umpatan burung sriti itu tak pergi-pergi meski dua ekor kucing telah memburunya dari kepalaku ia bersembunyi sangat rapat, sangat rahasia dua ekor kucing itu memilih pergi memburu cecak meninggalkan burung sriti itu bersarang di kepalaku aku hendak memaki dua ekor kucing tak becus itu. tapi aku urung ketika mereka berebut seekor cecak dengan sangat riuh saking riuhnya, suaranya membangunkan anjing hitam tetangga yang sedang tertidur karena kekenyangan, setelah memangsa ayam tetangga yang lain perhatianku beralih ke kucing, cecak, dan anjing hitam itu aku lupa jika seekor burung sriti bersarang di kepalaku setelah ia menabraknya dan mencuri semua ingatanku rintik hujan berubah derah angin datang atap rumah beterbangan burung sriti itu tak pergi-pergi Feb 2024 [irp]

Kepada Greta

ketulis puisi ini ketika hujan sedang mengirim sepotong ingatan di subuh hari, tentangmu, tentang suatu hari yang kau ubah jadi sejarah usai adalah angka-angka kosong yang berhamburan di jalanan. kau punguti usai beliaumu. mengumpulkannya dalam sebuah poster poster itu bercerita tentang anak-anak, masa depan dan politisi yang mendengkur di ruang sidang grate, bangku sekolah tak menjamin apa pun bagimu. ketika perubahan iklim mengetuk pintu, lalu menerabas masuk menggeledah seisi rumah merampas semua mimpi masa depan jutaan anak-anak seusiamu, usia jagung yang belum bisa dipanen kau tinggalkan bangku sekolah, memilih bersekolah di depan kantor parlemen seorang diri. tak ada guru, tak ada buku dongeng, tak suara anak-anak belajar menggambar hutan dan laut yang biru haru kau memilih duduk saja. membiarkan matahari menyayat kulitmu, sebab pohon telah berganti beton dan kepala para politis menjadi gersang kepada Greta kutulis puisi ini, ketika musim tak lagi tertebak, ketika BMGK sering kecolongan dan para tetua bingung, sebab petanda musim berguguran Maret 2024 [irp]

Anak Kecil dalam Hujan

  seorang anak kecil girang ketika hujan tiba ia berlari ke halaman bermain hujan dibiarkannya baju merah mudanya basah ia tengadah ke langit, diminumnya air hujan itu obat, kata ibunya diminumnya air hujan itu dua hari kemudian ia sesak napas aliran darahnya berhenti ibunya puyeng berkali-kali lipat dibawanya ke dokter anaknya itu pada darahnya, ada yang menari-nari berlari dari kanan ke kiri kepala ke kaki lalu berhenti di tenggorokan menceki apa itu, tanya ibunya mikroplastik, jawab dokter ibunya bingung, di mana anaknya menelan mikroplastik dari hujan, jawab dokter ibunya ingat, anaknya bermain hujan dua hari lalu 2024 [irp]  
Topik terkait
#puisi lingkungan #hujan #puisi berdiksi alam #burung sriti #sastra dan ekologi #anak kecil