Adas, Tanaman Herbal Kaya Manfaat dan Cara Budidayanya

Klikhijau.com โ€“ Adas (Foeniculum vulgare) merupakan tanaman herbal dari famili Umbelliferae (Apiaceae) yang berasal dari Mediateranea dan Eropa Selatan. Tanaman ini sudah tersebar luas di sejumlah...

Adas, Tanaman Herbal Kaya Manfaat dan Cara Budidayanya
Bacakan Artikel

Buahnya berwarna hijau hingga berwarna cokelat ketika sudah mengering. Buah Adas yang berwarna cokelat dan telah mengering ini sering disebut sebagai biji adas (Badgujar et al., 2014; Bermawie etal, 2017).

Pemanfaatan Adas dalam bidang kesehatan berkaitan dengan kandungannya yang tinggi akan asam organik, protein, kolin, trigonelin, dan antiok sidan berupa flavonoid (Badgujar et al., 2014).

Manfaat Adas

Pada penelitian yang telah dilakukan oleh Al-Mofleh et al. (2013) yang melihat efek proteksi buah adas terhadap penyakit gastrointestinal, ditemukan efek proteksi dari adas terhadap ulkus gaster karena tingginya kandungan antioksidan yang dimiliki oleh buah adas.

Antioksidan yang dimiliki oleh buah ini adalah flavonoid yang memiliki efek inhibitor pada produksi radikal bebas dan memiliki aktivitas sebagai penangkap radikal bebas atau scavenger activity. Dari kandungan itu, tanaman ini memiliki sejumlah manfaat antara lain:

[irp]


  • Mengobati sakit perut, kembung, mual, muntah dan diare.

  • Sakit kuning dan sakit yang beranjak menjadi penyakit lever atau hati.

  • Menambah nafsu makan dan dapat meningkatkan daya ingat.

  • Dapat mengatasi batuk berdahak dan sesak nafas (asma).

  • Melancarkan ASI.

  • Meluruhkan protein berlebih di dalam saluran seni.

  • Mengatasi susah tidur atau imsomnia.

  • Mengatasi pembengkakan saluran sperma, penimbunan cairan di kantung buah zakar dan hernia.

  • Mengurangi rasa sakit akibat kencing batu.

  • Menghilangkan rematik, batuk, dan rasa haus yang berlebih.

  • Menghilangkan keracunan tumbuhan atau jamur.


Cara budidaya

Berikut cara budidaya Adas agar dapat tumbuh dengan baik:

Langkah pertama. Tanaman Adas diperbanyak dengan cara generatif (pembenihan). Benih dipanen dari buah yang sudah masak yang berwarna hijau terang. Untuk meningkatkan kualitas benih, sebelum ditanam sebaiknya dilakukan perendaman dalam air selama 24 jam dengan larutan PEG dan KNO3.

Langkah kedua. Bersihkan lahan dari gulma dan sisa akar tanaman lainnya, kemudian dilakukan pencangkulan dan penggarpuan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: