Ada Ketidakadilan Investasi Energi Hijau Antar Negara Maju dan Berkembang?

Klikhijau.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyebut ada ketimpangan dalam aliran investasi hijau antara negara maju dengan negara berkembang....

Ada Ketidakadilan Investasi Energi Hijau Antar Negara Maju dan Berkembang?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menyebut ada ketimpangan dalam aliran investasi hijau antara negara maju dengan negara berkembang.

Hal tersebut disampaikannya di hadapan delegasi G20 dalam pertemuan kedua Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG)/The Second TIIWG Meeting di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (6/7/2022).

"Saya katakan jujur dalam forum terhormat ini, ada ketidakadilan dalam aliran investasi antara negara maju dan berkembang dalam investasi di bidang energi hijau. Ini masih sangat timpang," ujar Bahlil dilansir dari infopublik.id, Selasa, (12/7/2022).

Investasi energi hijau

Ia mengungkapkan, hanya satu perlima saja investasi energi hijau yang mengalir ke negara berkembang. "Dengan kata lain 2/3 dari total populasi dunia hanya mendapatkan 1/5 dari total investasi hijau," ucapnya.

Selain itu, Bahlil juga mengatakan harga jual beli kredit karbon (carbon credit) berasal dari proyek-proyek hijau yang bersumber dari negara maju diklaim jauh lebih mahal dibandingkan dari negara berkembang.

Bahlil menyebut, harga karbon negara berkembang senilai US$10, sementara negara maju US$100. Padahal, lanjutnya, dalam berbagai forum internasional, negara dunia sepakat menurunkan emisi rumah kaca.

Oleh karena itu, Menteri Investasi mendorong negara-negara G20 agar mengatur tata kelola harga karbon secara adil agar tidak ada ketimpangan yang signifikan dalam aliran investasi hijau.

"Saya tidak ingin ada sebuah perlakuan yang tidak adil, sebab persoalan emisi persoalan dunia. Forum ini sudah saatnya duduk sama rendah, berdiri sama tinggi untuk kebaikan bangsa dunia," pungkasnya.

Pembahasan soal investasi hijau yang mendukung pemulihan ekonomi global  masuk sebagai salah poin bahasan yang dibahas pertemuan Kedua TIIWG.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2