Ada Bukit Sampah Plastik Saat Clean Beach Action di Pantai Lapeo Mandar

Klikhijau.com - Suatu pagi di hari Minggu (16 Juni 2019), sekumpulan anak-anak muda berkumpul lalu berpencar di pesisir pantai Lapeo Mandar, Sulawesi Barat. Mereka tidak sedang menikmati desir pasir p...

Ada Bukit Sampah Plastik Saat Clean Beach Action di Pantai Lapeo Mandar
Bacakan Artikel

Tragedi kematian seekor paus sperma di Wakatobi, pada 18 November 2018 lalu mungkin satu bukti nyata tentang petaka plastik di lautan. Bagaimana tidak, di dalam perut paus itu ditemukan plastik keras 19 buah seberat 140 gram, botol pastik, kantong plastik, hingga sendal jepit.

Menurut data World Economic Forum, terdapat 150 juta ton plastik di lautan saat ini. Ini berarti, lebih dari separuh sampah plastik yang dihasilkan meluber ke lautan. Dikutip Detik.com, konvensi tentang Keanekaragaman Hayati pada 2016 mencatat bahwa sampah di lautan telah membahayakan lebih dari 800 spesies. Bahkan, data terbaru dari Konferensi Laut PBB di New York 2017 menyebut limbah plastik di lautan telah membunuh 1 juta burung laut, dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya setiap tahunnya.

Fakta-fakta mengerikan di balik fenomena menggumpalnya sampah di lautan itulah yang membuat membuat komunitas Biru Laut terpanggil membersihkan sampah di pesisir. Faktanya, sampah laut memang sangat banyak. Selain mengotori pantai Lapeo, sampah itu juga telah menghalangi penyu yang hendak bertelur.

Menurut Ardiansyah, Founder Laut Biru, sampah menggunung yang berhasil mereka kumpulkan itu tidak hanya berasal dari wilayah sekitar Lapeo. Sebagian lagi kiriman dari daerah lain yang umumnya keluar lewat beberapa muara di dekat pantai. Itu berarti, ada sungai-sungai yang juga tidak sehat lagi karena menjadi kanal pembuangan sampah dan akhirnya bergentayangan di lautan.

[irp posts="3072" name="Blatchley Terkejut Saat Menjumpai 40 Kilogram Sampah Plastik dalam Perut Seekor Paus di Filipina"]

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: