9 Komponen Kunci dari Makanan Berkelanjutan

Klikhijau.com –  Bagaimanakah pangan atau makanan berkelanjutan itu?  Pertanyaan seperti itu akan muncul dan disertai pertanyaan lainnya. Saat kita membahas masalah makanan atau pangan berkelanjutan....

9 Komponen Kunci dari Makanan Berkelanjutan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –  Bagaimanakah pangan atau makanan berkelanjutan itu?  Pertanyaan seperti itu akan muncul dan disertai pertanyaan lainnya. Saat kita membahas masalah makanan atau pangan berkelanjutan.

Sistem pangan berkelanjutan dapat mencakup orang-orang yang memakan makanan tersebut, sehingga pendidikan, budaya pangan, dan keterlibatan masyarakat juga merupakan komponen kunci.

Makanan berkelanjutan sering digambarkan sebagai sistem rantai pasokan pendek. Di mana lebih sedikit langkah antara produsen dan konsumen dapat menghasilkan lebih sedikit limbah, lebih sedikit emisi, dan hubungan yang lebih baik antara manusia dan makanan mereka.

Penting untuk dicatat bahwa sistem makanan berkelanjutan memerlukan perubahan sistemik, bukan hanya tindakan individu. Ini termasuk perubahan dalam kebijakan pemerintah, subsidi pertanian, praktik perusahaan, dan aturan perdagangan global.

Makanan atau pangan berkelanjutan adalah yang diproduksi, diproses, dan didistribusikan dengan cara yang tidak hanya berdampak rendah terhadap lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap keadilan sosial dan stabilitas ekonomi.

Keberadaan makanan tersebut mendukung keseimbangan lingkungan jangka panjang, ketahanan masyarakat, dan kesehatan manusia.

Untuk melihat bagaimana makanan berkelanjutan.  Ada komponen kunci yang mesti jadi rujukan. Dilansir dari Earth, berikut 9 komponen kunci makanan berkelanjutan:



  • Produksi ramah lingkungan



Makanan berkelanjutan haruslah diproduksi dengan ramah lingkungan. Cara tersebut dapat mengurangi kerusakan lingkungan.

Hal ini melibatkan pengelolaan dan konservasi air, menjaga kesehatan tanah, meminimalkan polusi udara, air, dan iklim, dan mempromosikan keanekaragaman hayati.

Cara ini dapat mencakup antara lain pertanian organik, permakultur, agroforestri, dan pertanian regeneratif.



  • Diproses minimal



Makanan olahan sering membutuhkan lebih banyak energi untuk diproduksi dan dikemas. Selain itu, mereka seringkali mengandung nilai gizi yang lebih rendah daripada makanan utuh.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2