6 Fakta Perihal Semut yang Tak Terpikirkan, Mencengangkan!

Klikhijau.com – Seperti kata pameo klasik: dimana ada gula, di situ ada semut! Begitulah fakta perihal semut, makhluk kecil yang punya instink kuat pada sisa makanan, utamanya pada yang manis-manis....

6 Fakta Perihal Semut yang Tak Terpikirkan, Mencengangkan!
Bacakan Artikel

Sedangkan, semut betina, sebagai perbandingan, berkembang dari telur yang dibuahi dan memiliki dua salinan genom–satu dari ayah mereka dan satu dari ibu mereka.

Semut jantan berfungsi layaknya sperma yang bersayap. Hanya memiliki satu salinan genom berarti setiap sperma mereka secara genetik identik dengan diri mereka sendiri. Semut jantan akan tuntas tugasnya setelah selesai kawin, setelah itu mereka mati.



  1. Ratu berpuasa selama berminggu-minggu



Ratu perawan dan dan jantan bersayap akan meninggalkan sarangnya saat situasi hangat dan lembab. Mereka keluar untuk mencari pasangan. Uniknya, perkawinan terjadi pada saat terbang. Bahkan hingga ratusan meter di atas tanah sehingga memerlukan cuaca yang baik.

Setelahnya, ratu terjatuh ke tanah, melepaskan sayapnya. Sedangkan semut jantan, kemudian mati seketika. Pasca kawin, sang ratu kemudian memilih menggali ke dalam tanah yang lembut akibat hujan yang baru terjadi.

Di dalam tanah, para ratu berpuasa selama berminggu-minggu hingga mereka menghasilkan pekerja yakni semut betina mereka sendiri. Mereka punya cadangan makanan dari simpanan lemak mereka dan otot-otot penerbangan yang berlebih untuk bertelur, yang telah dibuahi oleh sperma dari perkawinan mereka di angkasa.

Ini adalah stok sperma yang sama yang diperoleh dari jantan yang sudah lama mati yang memungkinkan seorang ratu untuk terus memiliki telur terbuahi sepanjang hidupnya. Ratu tidak pernah kawin lagi.



  1. Peristiwa perbudakan dalam koloni semut



Peristiwa perbudakan ternyata berkembang di sejumlah spesies semut, meski mereka juga menunjukkan kerja sama pada tingkat yang luar biasa. Contoh ekstremnya adalah “supercolony” semut Argentina (Linepithema humile) yang tinggal memanjang pada lebih dari 6.000 kilometer garis pantai Eropa, dari Italia hingga Spanyol barat laut, dan terdiri dari miliaran pekerja dari jutaan sarang yang bekerja sama.



  1. Ratu semut dapat hidup tahunan



Setelah membangun koloninya, pekerjaan sang ratu belum selesai dan ia masih memiliki bertahun-tahun ke depan untuk bertelur.

Semut pekerja dapat hidup setidaknya selama satu tahun, sedangkan semut jantan hanya bisa bertahan hidup sekitar satu minggu (meskipun sperma mereka hidup lebih lama). Perbedaan usia bertahan hidup ini murni disebabkan oleh perbedaan ekspresi gen mereka.



  1. Semut dapat membantu manusia dan lingkungan



Faktanya, semut memiliki sisi penting yakni memiliki pengaruh besar dalam ekosistem di seluruh dunia dan peran mereka beragam. Beberapa semut dianggap hama, namun ada pula yang bertindak sebagai agen pengontrol biologis.

Semut menguntungkan ekosistem dengan cara membantu penyebaran benih, meningkatkan kualitas tanah hingga membantu proses penyerbukan tanaman.

Semut bahkan dapat bermanfaat pula bagi kesehatan kita, diantaranya sebagai sumber potensial obat-obatan baru seperti antibiotik. Jangan Sepelekan Perannya, Ini yang Akan Terjadi Bila Semut Punah!

Itulah sejumlah fakta menarik perihal semut yang mencengangkan kita semua. Semut mengajarkan kita sebuah filosofi menarik betapa setiap makhluk yang ada punya peran dan manfaatnya masing-masing.

Simak pula tips mengusir semut di rumah secara alami di SINI! Semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2