6 Fakta Perihal Semut yang Tak Terpikirkan, Mencengangkan!

Klikhijau.com โ€“ Seperti kata pameo klasik: dimana ada gula, di situ ada semut! Begitulah fakta perihal semut, makhluk kecil yang punya instink kuat pada sisa makanan, utamanya pada yang manis-manis....

6 Fakta Perihal Semut yang Tak Terpikirkan, Mencengangkan!
Bacakan Artikel

Semut pekerja tidak akan pernah memiliki keturunan sendiri karena memang tugasnya sebatas bekerja.

Menariknya, nasib seekor semut betina, apakah akan menjadi pekerja atau menjadi ratu ditentukan berdasarkan diet, bukan genetika. Semua larva semut betina bisa menjadi ratu, yakni mereka yang menerima diet kaya protein. Larva lainnya yang menerima lebih sedikit protein hanya akan tumbuh sebagai generasi pekerja.



  1. Semut jantan hanya agen reproduktif bersayap



Tidak seperti manusia, dengan kromosom X dan Y, jenis kelamin semut ditentukan oleh jumlah salinan genom yang dipunyainya.

Uniknya, semut jantan berkembang dari telur-telur yang tidak dibuahi dan karenanya tidak menerima genom dari ayah. Dengan begitu, semut jantan tidak memiliki ayah dan juga tidak dapat melahirkan anak laki-laki. Mereka hanya dapat memiliki cucu dan memiliki kakek.

Sedangkan, semut betina, sebagai perbandingan, berkembang dari telur yang dibuahi dan memiliki dua salinan genomโ€“satu dari ayah mereka dan satu dari ibu mereka.

Semut jantan berfungsi layaknya sperma yang bersayap. Hanya memiliki satu salinan genom berarti setiap sperma mereka secara genetik identik dengan diri mereka sendiri. Semut jantan akan tuntas tugasnya setelah selesai kawin, setelah itu mereka mati.



  1. Ratu berpuasa selama berminggu-minggu



Ratu perawan dan dan jantan bersayap akan meninggalkan sarangnya saat situasi hangat dan lembab. Mereka keluar untuk mencari pasangan. Uniknya, perkawinan terjadi pada saat terbang. Bahkan hingga ratusan meter di atas tanah sehingga memerlukan cuaca yang baik.

[irp]

Setelahnya, ratu terjatuh ke tanah, melepaskan sayapnya. Sedangkan semut jantan, kemudian mati seketika. Pasca kawin, sang ratu kemudian memilih menggali ke dalam tanah yang lembut akibat hujan yang baru terjadi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: