6 Fakta Perihal Semut yang Tak Terpikirkan, Mencengangkan!

Klikhijau.com – Seperti kata pameo klasik: dimana ada gula, di situ ada semut! Begitulah fakta perihal semut, makhluk kecil yang punya instink kuat pada sisa makanan, utamanya pada yang manis-manis....

6 Fakta Perihal Semut yang Tak Terpikirkan, Mencengangkan!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Seperti kata pameo klasik: dimana ada gula, di situ ada semut! Begitulah fakta perihal semut, makhluk kecil yang punya instink kuat pada sisa makanan, utamanya pada yang manis-manis.

Semut juga punya keunikan lainnya seperti kebiasaannya bergerembol dan berbaris teratur. Tak hanya itu, semut-semut yang berjumpa sangat suka cipika-cipiki atau ciuman sesaat.

Semut juga punya solidaritas dan persatuan terbaik dalam mendekati sumber makanan. Kawanan semut dapat bergotong-royong dengan telaten memindahkan makanan ke sebuah lubang bahkan mengangkat pasir dari bawah lantai rumah.

Padahal, ukuran tubuhnya sangatlah kecil. Semut tak punya kekuatan besar secara fisik, tetapi ia punya ketelatenan dan mungkin saja kesabaran. Meski kecil, gigitan semut juga punya efek cukup menyakitkan dan gatal.

Itulah sebagian fakta menarik mengenai semut, fakta lainnya dirangkum Theconservation berikut ini ternyata jauh lebih mencengangkan. Mari kita simak!



  1. Kebanyakan semut adalah betina



Tak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa umumnya semut yang kita lihat adalah betina. Dominasi betina sangat berpengaruh pada populasi semut. Pada kerajaan semut juga ada kasta tersendiri dan di dalamnya ada pembagian tugas dan tanggungjawab.

Semua semut pekerja adalah betina. Kawanan itu dipimpin oleh ratu sebagai pendiri koloni yang tugas terbesarnya adalah menghasilkan telur.

Semut pekerja tidak akan pernah memiliki keturunan sendiri karena memang tugasnya sebatas bekerja.

Menariknya, nasib seekor semut betina, apakah akan menjadi pekerja atau menjadi ratu ditentukan berdasarkan diet, bukan genetika. Semua larva semut betina bisa menjadi ratu, yakni mereka yang menerima diet kaya protein. Larva lainnya yang menerima lebih sedikit protein hanya akan tumbuh sebagai generasi pekerja.



  1. Semut jantan hanya agen reproduktif bersayap



Tidak seperti manusia, dengan kromosom X dan Y, jenis kelamin semut ditentukan oleh jumlah salinan genom yang dipunyainya.

Uniknya, semut jantan berkembang dari telur-telur yang tidak dibuahi dan karenanya tidak menerima genom dari ayah. Dengan begitu, semut jantan tidak memiliki ayah dan juga tidak dapat melahirkan anak laki-laki. Mereka hanya dapat memiliki cucu dan memiliki kakek.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2