6 Fakta Menarik Tentang Dokter Tirta dan Aksi Progresifnya Cegah Corona

Klikhijau.com – Nama dokter Tirta belakangan ini terkenal di masyarakat khususnya kalangan muda. Dokter muda bergaya nyentrik ini menjadi yang terdepan dalam aksi melawan corona (covid-19). Aksi baikn...

6 Fakta Menarik Tentang Dokter Tirta dan Aksi Progresifnya Cegah Corona
Bacakan Artikel

Dokter Titra juga merupakan inisiator ‘Solevacation’, sebuah festival berbasis komunitas yang terdiri dari pecinta sneakers dan streetwear di sejumlah kota besar di Indonesia.



  1. Lulusan kedokteran UGM



Tekadnya memang sangat kuat, dalam kondisinya yang sakit-sakitan, ia terus berjuang menembus satu perguruan tinggi terbaik yakni UGM. Ia sukses masuk di Fakultas kedokteran. “Selain karena standar tertinggi, gue pengen buktiin, dari SMA swasta gue bisa tembus UGM,” ceritanya.

Selain diterima di UGM, Tirta muda sebetulnya juga diterima di FK Undip, tapi ia memilih UGM.



  1. Menolak beasiswa S2



Prestasi akademik Tirta memang termasuk tokcer untuk mahasiswa di Fakultas Kedokteran yang tergolong berat. Ia menyelesaikan skripsinya di semester 6 dengan kualitas bagus. Karena itulah, ia mendapat tawaran beasiswa dan penelitian ke Belanda.

“Gue menolak, karena gue udah ada ada @shoesandcare dan gue pengen bergerak di IGD,” tuturnya.



  1. Pernah gabung di kelompok preman blok M



Dokter Tirta punya cerita kelam sebagai anak punk. Di masa mudanya, ia mengalami kisah tak biasa yakni bergabung di komunitas preman di blok M Jakarta.

Pengalaman ini yang membuatnya berbuat untuk anak jalanan yakni dengan mempekerjakan anak putus sekolah, Napi, dan anak jalanan, dan kaum marjinal lainnya.

***

Itulah 6 fakta menarik dan inspiratif dari seorang dokter Tirta. Dedikasinya layak diapresiasi dengan menjadi yang terdepan melawan penyebaran Covid-19. Berikut aksi progresif dokter Tirta:


  1. Memasang 1000 disinfection chamber di Jakarta.

  2. Membagi APD bagi Tim Medis di Faskes.

  3. Memberikan nutrisi bagi tenaga medis.

  4. Melakukan edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) ke masyarakat luas.

  5. Memastikan amannya “social distancing”.


“Dan sekarang, gue akan berjuang bersama kawan-kawan gue. Semoga kalian tetap membantu dengan tetap dirumah. Yang masih kerja, jaga hidup bersih, cuci tangan, dan bantu donasinya. Ini tugas bersama. Bukan tugas negara,” tuturnya dicuitan Twitternya.

Semangat dan komitmen sang dokter muda ini diapresiasi banyak orang. Semangatnya juga menginspirasi banyak orang untuk ikut andil melawan Covid-19 dengan beragam cara.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2