6 Arahan Menhut Terkait Kesiapsiagaan dan Persiapan Menyongsong Libur Lebaran Tahun Ini
Klikhijau.com – Hal yang paling banyak dinanti adalah libur. Termasuk libur lebaran yang telah momen dinanti oleh masyarakat. Saat libur tiba, beragam aktivitas bisa untuk mengisi energi sebelum ke...
Klikhijau.com – Hal yang paling banyak dinanti adalah libur. Termasuk libur lebaran yang telah momen dinanti oleh masyarakat.
Saat libur tiba, beragam aktivitas bisa untuk mengisi energi sebelum kembali ke rutinitas. Satu di antaranya adalah berwisata.
Salah satu wisata yang banyak menarik minat masyarakat adalah mengunjungi Taman Nasional (TN) dan Taman Wisata Alam (TWA).
Karena itu, dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan persiapan menghadapi lonjakan pengunjung di libur lebaran, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengambil langkah strategis guna memastikan pengelolaan kawasan konservasi tetap berjalan dengan baik.
[irp]
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, memberikan arahan kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) melalui virtual meeting dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Arahan tersebut mencakup enam aspek utama, yaitu pengaturan daya dukung dan daya tampung, penerapan pembayaran non-tunai (cashless payment), penanganan dan pengelolaan sampah, keamanan, dan keselamatan pengunjung, pengaturan piket atau penjagaan, serta penutupan kawasan.
"Untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kenyamanan wisatawan, saya instruksikan pengelola kawasan konservasi untuk menerapkan pembatasan daya dukung dan daya tampung (DDDT)," kata Raja Antoni.
Kemudian, untuk mengakomodir jumlah pengunjung yang diperkirakan akan sangat meningkat, namun tetap memenuhi kouta yang sudah di tetapkan UPT dapat menerapkan sistem shift pada pengunjung. Termasuk kendaraan yang datang dan kendaraan wisata.
Sosialisasi mengenai pembagian waktu kunjungan dan kuota dilakukan secara intensif melalui media sosial, radio, serta papan informasi di lokasi.
[irp]
"UPT diharapkan secara aktif mensosialisasikan informasi terkait waktu pembagian shift serta kuota pengunjung di setiap shift guna memastikan kelancaran kunjungan wisatawan di kawasan konservasi," ujar Raja Antoni.