5 Cara Sederhana Persemaian dan Tanam Porang dengan Bulbil

Klikhijau.com – Porang, kini telah telah merasuk ke kepala warga di kampung saya. Tak ada hari tanpa pembahasan tanaman liar itu. Iya, dulu porang memang tanaman liar sebelum menjelma jadi tanaman pri...

5 Cara Sederhana Persemaian dan Tanam Porang dengan Bulbil
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Porang, kini telah telah merasuk ke kepala warga di kampung saya. Tak ada hari tanpa pembahasan tanaman liar itu. Iya, dulu porang memang tanaman liar sebelum menjelma jadi tanaman primadona.

Sejak ia memiliki harga jual, para petani mulai meliriknya. Dan rasa-rasanya puncak dari euforia warga terhadap porang terjadi tahun ini.

Nyaris tak ada hari tanpa pembahasan porang—yang di kampung saya Kindang, Bulukumba, Sulawesi Selatan bernama tire.

Setiap ada warga  bertemu, yang mereka bahas adalah tire. Tanaman bernama latin Amorphophallus oncophyllus Prain itu “menyingkirkan” pesona cengkih dan kopi yang dulu jadi andalan.

Pun demikian di beranda sosial media, khususnya facebook. Setiap hari ada saja postingan tentang porang. Hal itu disebabkan karena harganya yang menjanjikan dan perawatannya yang relatif mudah. Hanya sekali tanam saja bisa panen seterusnya.

Nah, untuk mengembangbiakkan porang atau tire. Ada beberapa bagiannya yang bisa jadi bibit. Salah satunya adalah bulbil. Di kampung saya, bulbil lebih dikenal dengan buah katak. Buah inilah yang paling “andalan” ditanam karena cepat tumbuh dan memberi harapan panen yang lebih cepat pula.

Cara paling sederhana yang biasa dilakukan orang adalah membibitnya di polybag atau menamamnya langsung. Ada juga yang membiarkannya tumbuh liar saja. Cara itu dianggap baik untuk memperbanyak porang.

Bulbil menurut  yang tertuang di akun Instagram resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, @kementerianpertanian adalah cara paling efektif memperbanyak porang selain umbi dan buah yang berasal dari bunganya. Kenapa?

Itu karena satu tanaman porang bisa menghasilkan 1-20 biji bulbil, dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Tergantung dari letak pada percabangan tulang daun. Semakin berada di ujung tulang daun, akan semakin kecil pula bulbil yang dihasilkan.

Alasan lainnya karena buah katak ini atau bulbil dapat dipanen ketika tanaman memasuki fase penuaan dan menjelang dorman.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2