4 Langkah Taktis Menghindari GERD di Lebaran
Klikhijau.com – Penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah jenis penyakit yang mulai mendapat perhatian. Bagi banyak orang, GERD kerap pula dianggap sebagai serangan jantung. Padahal ke...
Klikhijau.com – Penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah jenis penyakit yang mulai mendapat perhatian.
Bagi banyak orang, GERD kerap pula dianggap sebagai serangan jantung. Padahal keduanya berbeda, meski sama-sama bisa merampas hidup dalam sekejap.
Serangan jantung akan menyebabkan nyeri pada ulu hati atau nyeri dada. Rasanya juga jauh lebih berat. Ia akan menjalar hingga ke lengan, rahang hingga leher. Serangan jantung biasanya muncul setelah melakukan aktivitas secara fisik.
Sedangkan GERD gejalanya adalah nyeri ulu hati umumnya disertai adanya rasa asam pada mulut, tak diperparah oleh aktivitas fisik, tak menyebar hingga ke lengan atau leher, dan saat berbaring akan dirasakan semakin berat.
[irp]
Jenis penyakit ini juga biasa disebut atau penyakit asam lambung. Penyebabnya adalah melemahnya sfingter atau katup yang terletak di kerongkongan bagian bawah.
Secara normal katup ini akan terbuka, sehingga memungkinkan minuman dan juga makanan masuk menuju lambung untuk dicerna.
Pada saat minuman maupun makanan masuk ke lambung, katup ini secara otomatis akan tertutup hingga makanan akan terkunci di dalamnya sehingga tidak kembali ke kerongkongan.
Dan jika katup tersebut lemah, maka penyakit GERD menjadi ancaman. Karena berurusan dengan lambung, maka penyakit ini jelas sangat berhubungan dengan makanan dan minuman.
[irp]
Cara menghindari ancaman GERD di lebaran
Pada perayaan hari raya idul fitri seperti sekarang ini, maka ancaman GERD lebih leluasa berkeliaran. Karena salah satu ciri khas dari lebaran adalah makanan dan minuman. Hidangan makanan dan minuman pun pun cukup beragam. Untuk makanan, umumnya didominasi oleh makanan bersantan dan berlemak, misalnya seperti opor ayam, rendang, maupun gulai daging. Sedangkan untuk minuman, biasanya didominasi pula oleh minuman bersoda. Tentu penderita penderita gangguan saluran pencernaan akan khawatir untuk mengonsumsinya. Namun, menurut dr Syifa Mustika, pengurus Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Kesehatan Nahdlatul Ulama (LK PBNU) penderita gangguan saluran pencernaan seperti Maag atau Gastritis maupun GERD bisa saja mengonsumsinya, namun harus dibatasi. “Masih boleh mengonsumsi. Tapi, jangan berlebihan,” kata dr Syifa seperti dikutip dari laman NU. Meski begitu, dr Syifa mengimbau agar penderita GERD perlu memperhatikan 4 hal berikut saat bersantap menu lebaran: [irp]-
Memenuhi kebutuhan cairan
-
Memperhatikan komposisi makanan
-
Menghindari konsumsi makanan