3 Peristiwa Alam yang Mengiringi Turunnya Manusia Pertama ke Bumi
Klikhijau.com – Batara Guru dalam kisah La Galigo. Menjadi manusia pertama yang turun ke Bumi. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Patotoqe dan Datu Palingeq. Patotoqe adalah sang penguasa langit...
Klikhijau.com – Batara Guru dalam kisah La Galigo. Menjadi manusia pertama yang turun ke Bumi. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Patotoqe dan Datu Palingeq. Patotoqe adalah sang penguasa langit.
Dikisahkan bahwa saat itu Ale Lino (Bumi) sedang kosong melompong—tak berpenghuni. Karenanya muncullah ide untuk menurunkan tunas agar menjadi penghuni dunia tengah atau Bumi.
Di antara anak-anak Patotoqe, yang terpilih adalah Batara Gurua. Karena ia memiliki perangai yang baik dan bijak.
Diturunkannya Batara Guru juga untuk menegaskan “kedewaan” Patotoqe. Kedewaannya dianggap tak akan sempurn jika tak ada yang menyembahkan di dunia tengah.
[irp]
Sebelum Batara Guru diputuskan akan menjadi penghuni Bumi, terjadi perdebatan. Karena si anak sulung itu telah disiapkan sebagai pewaris tahta langit.
Namun, karena patuh pada orang tuanya, ia harus merelakan warisan itu. Ia meninggalkannya untuk menjadi manusia pertama di bumi.
Ketika diturunkan ke Bumi, Batara Guru mendarat di Tanah Luwu, Sulawesi Selatan. Ia mendarat dengan mengendarai bambu betung yang diikat tali emas.
Pada saat diturunkan setidaknya ada tiga peristiwa alam yang mengiringi pemberangkatannya. Perisitwa alam itu dapat ditemukan pada halaman 51 dalam novel La Galigo (Turunnya Manusia Pertama) karya Idwar Anwar.
Buku ini diterbitkan oleh penerbit pertama kali oleh Pustaka Saweregading pada tahun 2003. Idwar Anwar merupakan seorang sastrawan yang lahir di tanah Luwu. Ia banyak bersentuhan dengan kisah La Galigo yang merupakan sastra terpanjang dunia mengalahkan Mahabrata.
Inilah 3 peristiwa alam yang mengiringi turunnya manusia pertama di bumi berdasarkan novel yang ditulis Idwar Anwar:
-
Guntur
-
Angin kencang
-
Kilat