Warga di Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar Siap Bayar Iuran Sampah dengan Sampah

Klikhijau.com – Warga di Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang bersiap berbenah dalam menangani permasalahan sampah domestik. Selama ini sudah berjalan ragam program di kelurahan sebagai bagia...

Warga di Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar Siap Bayar Iuran Sampah dengan Sampah
Bacakan Artikel

Rencananya program pemilahan sampah berbasis rumah tangga akan diaktifasi lagi. Selain itu, Econatural akan mendampingi warga kelurahan dalam budidaya Maggot sebagai satu opsi penanganan sampah domestik.

“Kami akan support semuanya, mulai dari perbaikan sistemnya, pendampingan budidaya maggot, manajemen tim, hingga akses pemasarannya,” kata Cawi.

Econatural bahkan akan membantu secara swadaya kepada warga hingga sistemnya berjalan.

“Kalau sistemnya bagus dan inklusif, partisipasi warga pasti juga tinggi. Masyarakat harus dilibatkan langsung dalam penanganan sampah agar mereka dapat merasakan langsung manfaatnya,” katanya.

Menariknya, program ini akan lebih berorientasi pada pelibatan warga. Rencananya, warga di sekitar TPST Sambung Jawa akan dijadikan priotitas utama dalam pelibatan program.

Econatural akan membantu akses pemasaran sampah baik anorganik maupun hasil budidaya maggot nantinya. Diketahui maggot saat ini merupakan pakan ternak masa depan dengan kandungan protein terbaik.

“Proses budidaya maggot ini murah pak. Jadi, tidak perlu lagi repot-repot menyiapkan bahan baku tambahan yang sulit diakses. Sementara pasarnya menjanjikan karena maggot memiliki multi manfaat. Ini pakan masa depan yang juga sebagai solusi dalam menangani sampah organik,” katanya.

Ujicoba program ini aka melibatkan sekitar 200 Kepala Keluarga di Kelurahan Sambung Jawa. Perubahan mindset menjadi prioritas pada warga. Harapannya, jika kesadaran sudah terbangun, maka dengan sendirinya partisipasi warga juga membaik.

Diketahui, potensi sampah domestik saat ini terbilang tinggi. Selama ini penanganannya hanya sebatas dibuang melalui petugas kebersihan dan akan berujung di TPA Antang. Jadi, warga harus membayar iuran sampah sekitar Rp.16 ribu setiap bulannya.

Seperti bom waktu, TPA Antang kini kewalahan menangani ribuan ton sampah per hari yang harus ditampung. Sementara skema TPA Antang masih open dumping alias ditumpuk begitu saja.

“Kalau ini sudah jalan, maka warga tidak lagi terbebani membayar iuran sampah. Sampah warga yang dikelola bahkan bisa dipakai untuk membayar iuran sampah itu sendiri. Bahkan bisa memenuhi kebutuhan lainnya, seperti bisa ditukar dengan sembako dan lainnya,” kata Cawi.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2