USAID dan Katalis Dorong Program Sumur Resapan Air di Bantaeng dan Bulukumba

Klikhijau.com – United States Agency International Development (USAID) bekerjasama dengan Perkumpulan Katalis membuat program kolaboratif pembuatan sumur resapan air di beberapa desa di Bantaeng dan B...

USAID dan Katalis Dorong Program Sumur Resapan Air di Bantaeng dan Bulukumba
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – United States Agency International Development (USAID) bekerjasama dengan Perkumpulan Katalis membuat program kolaboratif pembuatan sumur resapan air di beberapa desa di Bantaeng dan Bulukumba.

Program ini dibuat sebagai respons atas ancaman krisis air di masa mendatang. Data proyeksi USAID menunjukkan, pada tahun 2044, kebutuhan domestik terhadap air meningkat tajam sebesar 12,5 persen. Hal ini diakibatkan antara lain tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 0,55 persen per tahun.

Selain itu, penurunan debit air terjadi setiap saat akibat deforestasi, massifnya pembangunan infrastruktur serta tidak adanya kesadaran ekologi.

Belum lagi soal adanya ancaman penurunan kualitas air akibat aktivitas pertanian yang memakai pupuk kimia dan pestisida tanpa kontrol, limbah rumah tangga, perubahan iklim dan ancaman zat-zat kimia lainnya.

Sumur resapan air merupakan satu solusi efektif untuk menata kembali sumber air. Sumur resapan merupakan teknik konservasi tanah dan air yang memiliki prinsip utama untuk memperluas bidang penyerapan sehingga aliran permukaan berkurang dengan optimal.

Sejauh ini masalah kita adalah air hanya seperti melintas di daratan saat musim hujan sebelum kembali ke laut. Dampaknya apa? Selain potensi banjir, ancaman kekeringan justru mengintai di musim kemarau, sumber-sumber mata air pun ikut menyusut.

Konservasi air merupakan upaya memasukkan air ke dalam tanah baik secara buatan maupun alami dengan tujuan meningkatkan besarnya laju infiltrasi pada suatu daerah dalam rangka pengisian air tanah.

Program USAID dan Katalis di Bulukumba dan Bantaeng berfokus pada upaya membangun kapasitas dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga resapan air tanah.

“Kita berharap program ini dapat menjadi percontohan pembangunan resapan air. Harapannya dari progres di dua wilayah secara berkelanjutan akan direplikasi di daerah lain,” kata Siswan, Direktur Perkumpulan Katalis, Kamis 2 Juli 2020.

Menurut Siswan, program yang dijalankan akan berlangsung selama 6 bulan (Juni hingga November 2020). Program ini bertujuan untuk mendorong pengembangan sumur resapan air, program kolaboratif ini akan melibatkan pemerintah, para pihak (sektor terkait) dan masyarakat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2