Klikhijau.com – Satu spesies baru ikan gobi udang (shrimpgoby ditemukan di perairan Banyuwangi, Jawa Timur oleh tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Temuan tersebut semakin menegaska...
Klikhijau.com – Satu
spesies baru ikan gobi udang (shrimpgoby ditemukan di perairan Banyuwangi, Jawa Timur oleh tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Temuan tersebut semakin menegaskan, Indonesia adalah negara yang kaya akan
keanekaragaman hayati laut.
Tim peneliti yang menemukannya adalah Kunto Wibowo dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi bersama Hilda M. Pratiwi dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Anik B. Dharmayanthi dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Agus Priyadi dari Pusat Riset Zoologi Terapan,dan dan Ruby V. Kusumah dari Pusat Riset Zoologi Terapan yang berkolaborasi dengan Djohan Tjiptadi dan Wiwi Tarmini dari CV Cahaya Baru.
Bentuk pengakuan pada lokasi penemuan
Spesies baru tersebut diberi nama
Tomiyamichthys oriens sp. nov. Kajian diawali dari dua individu ikan hias laut gobi udang genus
Tomiyamichthys yang dikoleksi dari perairan Banyuwangi yang kemudian diidentifikasi dan dianalisis melalui pendekatan morfologi dan penanda DNA mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI).
[irp]
Berdasarkan hasil penelitian,
Tomiyamichthys oriens memiliki kemiripan dengan
Tomiyamichthys hyacinthinus yang berasal dari
Jepang. Namun, pengamatan mendalam menunjukkan sejumlah karakter pembeda, di antaranya jumlah jari-jari sirip, jumlah sisik, jumlah jari-jari insang, pola warna tubuh, hingga perbedaan pada tingkat molekuler yang menguatkan bahwa keduanya merupakan spesies yang berbeda.
Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Kunto Wibowo, mengatakan penetapan spesies baru tidak hanya didasarkan pada satu metode, melainkan melalui pendekatan taksonomi integratif.
“Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan
T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru," ujar Kunto.
[irp]
Analisis DNA mitokondria menunjukkan adanya perbedaan genetik sebesar 3,1% dibandingkan
T. hyacinthinus. Selain itu, ikan ini memiliki ciri khas berupa lima bercak jingga terang besar di sepanjang tubuh, bercak kuning kecil pada bagian kepala, serta dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama ikan jantan yang membedakannya dari spesies lain dalam genus yang sama.
Menurut Kunto, nama
oriens diambil dari bahasa Latin yang berarti “timur” atau “matahari terbit”. Penamaan tersebut terinspirasi oleh warna jingga cerah pada tubuh ikan sekaligus mengacu pada Banyuwangi yang dikenal sebagai
The Sunrise of Java.
“Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan
biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar,” tambahnya.
[irp]
Sejauh ini,
T. oriens baru diketahui hidup di perairan pesisir Banyuwangi dengan habitat dasar berpasir. Informasi dari nelayan setempat menunjukkan ikan tersebut ditemukan di perairan dangkal, meskipun asosiasi ekologisnya dengan udang yang umumnya menjadi pasangan hidup kelompok gobi ini masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Penemuan
T. oriens menambah daftar spesies ikan yang telah dideskripsikan dari perairan Indonesia sekaligus memperlihatkan bahwa kawasan pesisir Nusantara masih menyimpan potensi biodiversitas yang belum sepenuhnya terdokumentasi.
Temuan tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi ZooKeys Volume 1283 Tahun 2026 dengan judul
“Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia (*)
[irp]