Lindungi Keanekaragaman Hayati, Indonesia Lakukan Terobosan Baru Bernama Biodiversity Credit
Klikhijau.com - Keanekaragaman hayati (kehati) sangat penting dilindungi. Bukan hanya karena perannya pada ekosistem yang tak ternilai, tetapi juga menjadi kekayaan bahkan identitas suatu bangsa, term...
Klikhijau.com - Keanekaragaman hayati (kehati) sangat penting dilindungi. Bukan hanya karena perannya pada ekosistem yang tak ternilai, tetapi juga menjadi kekayaan bahkan identitas suatu bangsa, termasuk Indonesia.
Karenanya demi memperkuat perlindungan itu, Indonesia melakukan terobosan baru, yakni pengembangan biodiversity credit sebagai instrumen inovatif yang mendorong konservasi berbasis hasil dan pembangunan berkelanjutan.
Forum Pengembangan Biodiversity Credit merupakan upaya daalam menegaskan pentingnya inovasi dalam mendukung implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045. Instrumen ini diharapkan dapat mendorong perlindungan spesies, pemulihan ekosistem, peningkatan kualitas habitat, serta memperluas partisipasi berbagai pihak dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.
[irp]
Melalui diskusi yang diselenggarakan, Jumat, 12 Juni 2026 oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), pemerintah bersama para pemangku kepentingan nasional dan internasional tersebut membahas arah kebijakan, metodologi, dan tata kelola yang diperlukan untuk membangun skema biodiversity credit yang kredibel,
Staf Ahli Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya KLH/BPLH, Noer Adi Wardojo, menegaskan bahwa Indonesia tengah mempercepat penyusunan kerangka kebijakan dan instrumen biodiversity credit yang disesuaikan dengan karakteristik keanekaragaman hayati nasional.
“Indonesia merupakan negara megabiodiversitas yang memiliki karakteristik unik. Karena itu, pengembangan biodiversity credit tidak dapat hanya meniru praktik negara lain, tetapi harus dibangun berdasarkan kebutuhan, potensi, dan kondisi Indonesia sendiri,” ujar Noer Adi.