Tutorial Mengelola Minyak Jelantah Agar Lebih Ramah Lingkungan
Klikhijau.com – Minyak jelantah jangan dibuang sembarangan, selain bisa mencemari lingkungan, ada banyak tutorial yang bisa dipelajari perihal bagaimana mengelola minyak jelantah. Minyak Jelantah a...
Klikhijau.com – Minyak jelantah jangan dibuang sembarangan, selain bisa mencemari lingkungan, ada banyak tutorial yang bisa dipelajari perihal bagaimana mengelola minyak jelantah.
Minyak Jelantah atau lebih sering dikenal dengan minyak bekas penggorengan merupakan jenis minyak yang telah digunakan beberapa kali dan berwarna coklat pekat.
Biasanya minyak yang sudah digunakan berkali-kali akan langsung dibuang karena dapat membahayakan kesehatan tubuh. Selain itu minyak yang sudah berwarna terlalu pekat juga dapat mempengaruhi cita rasa makanan.
Minyak Jelantah yang dibuang ke selokan dapat mencemari lingkungan sebab terdapat beberapa zat dan kandungan yang dapat merusak kualitas saluran air. Oleh karena itu minyak yang telah tidak digunakan sebaiknya tidak dibuang begitu saja.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah untuk mengelolah minyak bekas penggorengan agar menjadi lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.
[irp]
Cara ini juga dapat bernilai ekonomis jika dijadikan sebagai bisnis, oleh karena itu mari simak ulasan berikut.
- Lilin Aroma Terapi
- Minyak jelantah
- Stearin/parafin
- Benang katun
- Crayon/pewarna makanan
- Pewangi
- Minyak essensial
- Siapkan minyak jelantah secukupnya
- Panaskan pada suhu yang sedang
- Setelah minyak jelantah dipanaskan, campurkan bubuk stearin/parafin pada minyak secukupnya
- Usai melarutkan bubuk stearin/parafin selanjutnya adalah memberikan pewarna pada minyak, campur hingga merata
- Setelah itu tambahkan pewangi sesuai selera
- Menambahkan essence oil
- Siapkan benang katun yang diikatkan pada lidi dan diletakkan di atas cetakan
- Sabun siap dicetak
- Sabun cuci
- Minyak Jelantah
- Arang (Opsional)
- Soda Kue
- Air
- Pewangi
- Pewarna Makanan
- Sebelum digunakan rendam terlebih dahulu minyak jelantah dengan arang selama 24 jam. Hal ini bertujuan untuk menyaring zat dan kandungan berbahaya yang ada pada minyak.
- Setelah itu saring minyak jelantah dan pisahkan dari arang
- Setelah itu larutkan bubuk soda kue ke dalam air. Perlu diingat yang dimasukkan ke dalam air ialah soda kue jangan sampai terbalik. Pada saat proses pelarutan sebaiknya dilakuan di ruangan terbuka sebab saat soda kue dilarutkan di air menimbulkan uap yang dapat mengganggu pernapasan.
- Pastikan soda kue terlarut dengan baik, setelah itu campurkan larutan soda kue pada minyak jelantah, aduk hingga merata
- Langkah selanjutnya ialah menambahkan pewangi dan pewarna makanan
- Diamkan hingga 24 jam
- Setelah minyak jelantah menjadi padat, sabun perlu untuk didiamkan selama empat minggu baru siap digunakan