Tukar Baju, Ide Cerdas Mengurangi Limbah Tekstil

Klikhijau.com – Membeli baju jelang lebaran telah jadi ritus tahunan banyak orang. Lebaran tanpa pakian baru dianggap kurang lengkap. Kita tak pernah peduli dan menghitung, berapa banyak pakian di...

Tukar Baju, Ide Cerdas Mengurangi Limbah Tekstil
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Membeli baju jelang lebaran telah jadi ritus tahunan banyak orang. Lebaran tanpa pakian baru dianggap kurang lengkap.

Kita tak pernah peduli dan menghitung, berapa banyak pakian di lemari yang menumpuk, diabaikan bergitu saja karena jarang dikenakan.

Jika kita mau jujur, sebenarnya tak terlalu banyak pakian yang kita butuhkan. Namun, kita suka mengoleksinya, menumpuknya, menyesaki tempat pakian kita.

Namun, tak bisa dipungkiri banyak di antara kita telah dijangkiti fenomena konsumsi busana yang berlebihan.

Maka tak heran pula jika pertumbuhan mode dan tren busana sangat cepat membiak. Membiaknya pertumbuhan tersebut nyatanya dapat  menimbulkan dampak limbah tekstil.

Pada tahun 2017 lalu Ellen McArthur Foundation, sebuah badan amal di Inggris mengeluarkan hasil risetnya yang mengejutkan, yakni satu truk sampah tekstil tercipta setiap detik di Bumi.

Pada tahun yang sama Copenhagen Fashion Summit melaporkan bahwa sebesar 92 juta ton limbah busana mengalir ke tempat pembuangan sampah setiap tahunnya.

Untuk mengurangi limbah tekstil yang bisa mengancam bumi, maka diperlukan cara bijak dalam mengonsumsi busana. Sejatinya pakian yang kita kenakan memiliki dua dunia.

Pertama, dunia pengguna atau sisi permintaan. Setiap hari, kita mengenakan busana, yang memiliki komposisi dasar poliester, nilon, dan spandeks. Artinya, busana kita tak terbebas dari materi plastik. Cerita sehelai baju pun bermula.

Ketika baju bermateri plastik dicuci, partikel mikro plastik yang terlepas pun mencemari lingkungan—air tanah, sungai, hingga lautan dan ekosistemnya. Satwa laut yang menjadi pasokan pangan pun mikroplastik.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2