TN Gunung Halimun Salak Dapat Penghuni Baru Berupa 23 Ekor Ular
Klikhijau.com - Saat terjadi bencana banjir di wilayah Jabodetabek. Banyak satwa yang terkena dampaknya dan harus diselamatkan. Salah satu jenis satwa yang diselamatkan itu adalah ular. Ular-ular y...
Klikhijau.com - Saat terjadi bencana banjir di wilayah Jabodetabek. Banyak satwa yang terkena dampaknya dan harus diselamatkan. Salah satu jenis satwa yang diselamatkan itu adalah ular.
Ular-ular yang berhasil diselamatkan tersebut, pada hari Kamis, 19 Maret 2020 dilepasliarkan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Sebanyak 23 ekor ular dikembalikan ke habitatnya oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), dan Forum Komunikasi Kader Konservasi (FK3I) Jakarta.
Mereka melepasliarkan sebanyak 23 ekor ular yang terdiri dari 21 ekorĀ piton/sanca batik (Python reticulatus), dan 2 ekorĀ cobra (Naja sputatrix). Seperti yang diungkap diawal tulisan ini. Keseluruhan ular ini merupakan hasil penyelamatan pada saat terjadi bencana banjir di wilayah Jabodetabek.
[irp]
Indra Exploitasia, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati menyampaikan, pelepasliaran merupakan bagian program penguatan konservasi in-situ, dengan mengacu ketentuan pelepasliaran guna mendukung penguatan populasi spesies target dan upaya keseimbangan ekosistem di wilayah TNGHS.