Teror Bagi Pepohonan Meningkat Jelang Pilkada

Klikhijau.com – Ada hal miris jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Bukan hanya karena mempeta-petakan masyarakat, tapi juga meneror pepohonan. Dari empat kabupaten kota yang pernah saya kunjun...

Teror Bagi Pepohonan Meningkat Jelang Pilkada
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Ada hal miris jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Bukan hanya karena mempeta-petakan masyarakat, tapi juga meneror pepohonan.

Dari empat kabupaten kota yang pernah saya kunjungi, Bulukumba, Maros, Gowa, dan Makassar, yang semuanya akan menggelar Pilkada serentak 2020 ini (kemungkinan ditunda).

Keempat kabupaten/kota itu, seperti pada kisah-kisah lalu, setiap jelang Pilkada, yang jadi sasaran tempat untuk sosialisasi bakal calon (balon) bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota salah satunya adalah pepohonan.

Mereka memaku pohon untuk memasang foto yang dilengkapi dengan pesan bijak dan senyum yang entah harus ditafsirkan apa?.

Fenomena itu sungguh menarik dan mencemaskan, sebab memaku pohon bisa sangat merusak pepohonan itu sendiri.

Padahal aturannya sudah jelas, tidak boleh memaku pohon, tidak boleh memasang alat peraga kampanye (APK) di pepohonan. Namun, tetap saja banyak yang bebal.

Mungkin mereka tidak tahu atau tidak mau tahu, tusukan-tusukan paku yang menancap pada pepohona bisa merusak fisik pohon. Ini pula yang barangkali menyebabkan pohon mudah tumbang di musim hujan. Paku berpotensi sebagai titik masuk bagi infeksi penyakit dan bakteri pada pohon.

Cintai yang di bumi dan di langit

Tusukan paku akan menyebabkan kerusakan dalam bentuk kompartementaslisasi pada pohon. Hal itu disebabkan pohon akan mengalami gangguan proses fisik dan biologis dalam tubuhnya. Itu disebabkan jika ada benda asing tertanam di dalamnya yang akan mengganggu proses fisiologi tanaman dan mengurangi tekstur kayu pada pohon

Kekuatan kayu pun akan berkurang karena pohon mudah terinfeksi penyakit seperti jamur dan bakteri karena banyaknya pintu bagi hama dan penyakit pada kulit pohon. Padahal kulit pohon adalah tameng terluar dari batang pohon.

Sedangkan batang adalah tempat yang sentral dan pertumbuhan pohon. Maka sangatlah mungkin, pepohonan yang banyak ditancapi paku dan dijerat benda lain sangat mudah rusak. Dalam jangka panjang sangat mungkin pepohonan akan melemah sehingga mudah tumbang dan cepat mengalami kematian.

Para Balon pemimpin daerah, rasanya penting merenungi dan menerapkan pesan Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion, DR Darhamsyah agar mencintai apa yang ada di bumi dan di langit, termasuk tidak memaku pohon.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2