Tentang Tanaman Tebu, Jenis, dan Nilai Ritualnya

Klikhijau.com – Gula pasir yang memaniskan kopimu itu terbuat dari tanaman tebu. Tanaman serupa bambu itu memang menjadi bahan gula pasir. Di tanah Sulawesi Selatan, Kabupaten Takalar merupakan sal...

Tentang Tanaman Tebu, Jenis, dan Nilai Ritualnya
Bacakan Artikel

Ketika  dikupas akan berisis berisi semacam ekor  dengan warna putih kekuning-kuningan. Parasnya  seperti sekumpulan telur ikan. Karena itulah disebut tebu telur.

Bentuk tebu ini seperti telur. Memiliki kulit yang lembut dan ruas yang pendek. Perasaan airnya hijau muda dengan rasa manis yang kental



  • Tebu kuning



Di antara jenis tebu, tebu kuninglah yang paling populer. Karena menjadi bahan baku utama pembuatan gula pasir.

Di pasaran, tebu inilah yang paling dicari. Airnya selain sebagai pembuat gula pasir, juga bisa dimanfaatkan sebagai pemanis produk. Karena itu tebu kuning banyak diminati oleh pelaku industri makanan dan minuman.

Di Kabupaten Takalar, tebu jenis inilah yang menghuni berhektar-hektar lahan sebagai pemasok bahan baku pabrik gula di sana yang terkenal itu karena sering dijadikan penanda.

Tebu ini berasl dari Asia Tenggara, dan di Indonesia banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Ia mudah tumbuh dengan perawatan yang minim. Hanya saja, kendalanya adalah babi hutan, karena hama bebal itu menyukainya.

Nilai ritaul

Bagi masyarakat  Sulawesi Selatan. Pesta pernikahan tidak akan lengkap tanpa ada tebu. Tanaman ini biasanya akan terlihat saat pengantin laki-laki di antar ke rumah pengantin perempuan.

Tebu yang dibawah biasanya berjumlah dua batang, umumnya adalah tebu hitam. Tebu tersebut biasanya di bawa oleh dua lak-laki dan jadi rebutan begitu sampai di rumah pengantin perempuan.

Rasa manis pada tebu menjadikannya sebagai “tanaman” harapan bagi sepasang pengantin. Agar  mengarungi lautan yang bernama rumah tangga. keduanya akan tetap merasakan manisnya kehidupan berumah tangga.

Tidak hanya di Sulsel, dalam tradisi Jawa, ritus penggunaan tebu juga ada, tebu diartikan sebagai mantebing kalbu atau kemantapan hati.

Hal itu  sebagai perlambang agar pasangan pengantin memiliki kemantapan hati untuk membina keluarga. Kemantapan hati tersebut dibarengi dengan tekad yang besar dan pikiran yang bijak.

Tanaman beruas ini juga melambangkan sumber rasa manis. Rasa manis itu menjadi harapan yang bukit agar pernikahan  dapat dipenuhi dengan hal-hal manis.

Sementara itu di Kudus, Jawa Tengah ada ritual khusus untuk tebu. Namanya  temanten tebu atau pernikahan dua batang tebu.

Ritual ini telah berlangsung lama, digelar setiap mengawali musim giling tebu di Pabrik Gula (PG) Rendeng.

Pernikahan tebu itu sebagai simbol bahwa perusahaan dan petani, dua hal yang harus disatukan untuk mengecap rasa manis bersama.

Begitulah...

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2