Tentang Susu Kentang, Susu Nabati Alternatif yang Bakal Tren
Klikhijau.com - Eva Tornberg dan susu kentang temuannya berpeluang menjadi sosok yang populer. Tornberg bekerja di laboratorium di Universitas Lund untuk mengembangkan teknologi emulsi. Tornberg s...
Klikhijau.com - Eva Tornberg dan susu kentang temuannya berpeluang menjadi sosok yang populer. Tornberg bekerja di laboratorium di Universitas Lund untuk mengembangkan teknologi emulsi.
Tornberg sedang berupaya memadukan kentang dan minyak lobak. Inovasi yang dilakukan olehnya berpeluang besar memicu tren baru di ranah kuliner tahun 2022.
Tornberg adalah seorang profesor emerita di Departemen Teknologi, Teknik, dan Nutrisi Pangan Lund. Ia akan membantu menghadirkan susu kentang sebagai susu nabati alternatif selain susu kedelai, almond, jambu mete, oat, quinoa, kelapa, barley, hazelnut, macadamia, dan rami .
Susu kentang ini memiliki daya keberlanjutan, jika seseorang beralih dari susu sapi ke susu kentang, mereka dapat menurunkan dampak iklim hingga 75 persen, menurut inhabitat.
[irp]
Susu jenis ini memiliki keunggulan keberlanjutan dibandingkan kacang-kacangan dan sumber susu non-sapi lainnya.
Ia tidak seperti almond yang terkenal haus, kentang membutuhkan lebih sedikit air. Menurut statistik DUG yang merupakan merek dari susu kentang ini, bahwa air yang dibutuhkan kentang 56 kali lebih sedikit air daripada almond, meski tumbuh di luas areal yang sama.
Selain itu, menanam kentang sekitar dua kali lebih efisien daripada menanam gandum. Susu kentang pun diyakni kaya akan nutrisi.
Selain kentang, DUG juga memiliki bahan yang serupa, kebanyakan air, kentang, maltodekstrin, protein kacang polong, serat sawi putih, minyak lobak, pengatur keasaman, lesitin bunga matahari sebagai pengemulsi.
Selain itu ada pula vitamin tambahan kalsium karbonat dan rasa serta pemanis. Bahan-bahan ini bisa dipaduka sesuai selera kamu.
Beberapa bahan di atas tersebut membantu memadukan minuman dan membuat teksturnya enak.
[irp]