Tentang Peringatan Hari Hutan Indonesia dan Cara Atasi Asap Karhutla
Klikhijau.com – Hari Hutan Indonesia diperingati setiap tangga 7 Agustus. Peringatan ini menjadi salah satu hari penting nasional. Kenapa penting, sebab menjadi momen untuk meningkatkan kepedulian...
Klikhijau.com – Hari Hutan Indonesia diperingati setiap tangga 7 Agustus. Peringatan ini menjadi salah satu hari penting nasional.
Kenapa penting, sebab menjadi momen untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan Indonesia. Selain itu, juga untuk mendorong orang-orang untuk berkontribusi pada kelangsungan hutan di tanah air tercinta
Peringatan ini ditandai dengan disahkannya Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut.
Sebenarnya, telah ada Hari Hutan Sedunia setiap tanggal 21 Maret. Karena Indonesia memiliki hutan yang luas untuk dijaga dan dilestarikan, maka dibutuhkan satu hari istimewa dalam setahun sebagai momen penting untuk bertekad menjaga hutan agar tetap Lestari, subur dan memberi manfaat bagi semua.
[irp]
Tahun ini, Peringatan Hari Hutan Indonesia mengangkat tema "Jaga Hutan, Jaga Iklim. Tema ini mengajak masyarakat untuk turut serta mengkampanyekan bahwa Hutan Indonesia yang memiliki peringkat ketiga terluas di dunia.
Peran hutan Indonesia sangatlah penting sebagai salah satu solusi dalam mengatasi perubahan iklim yang saat ini dampaknya nyata dan dirasakan bersama.
Ancaman hutan
Hutan Indonesia bahkan dunia saat ini diintai beragam ancaman. mirisnya, nyaris semua ancaman itu berasal dari manusia, mulai dari penggundulan hutan, pembalakan liar, pembukaan lahan pertanian dan peternakan, pertambangan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Tentang karhutla, tidak hanya mengancam hutan, tetapi juga kesehatan manusia dan satwa liar. Karhutla nyaris tidak pernah alpa setiap tahun.
[irp]
Apalagi tahun ini, yang diperkirakan akan ada serangan El Nino. Tentu potensi karhutla akan semakin besar. Di Indonesia sendiri, puncak kemarau di Indonesia diprediksi terjadi di bulan Agustus hingga September. Kedatangan kemarau, tidak hanya identik dengan panas dan kekeringan. Namun, terkadang diwarnai karhutla. Karhutla tidak hanya merusak infrastruktur dan alam. Namun, asap karhutla juga menimbulkan risiko kesehatan yang besar. Itu karena asapnya mengandung polutan gas seperti karbon monoksida, serta partikel yang sangat kecil yang mudah masuk ke paru-paru dan saluran udara. Banyak dari partikel ini sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Paparan polutan dapat menyebabkan saluran pernapasan meradang, menyempit, atau teriritasi, dan menyebabkan gejala fisik lainnya seperti mata gatal atau perih, tenggorokan gatal, sakit kepala, pilek, sesak dada, kelelahan, dan batuk, atau memperburuk kondisi kardiovaskular kronis seperti penyakit jantung. Bahkan ada beberapa kelompok sangat berisiko, khususnya anak-anak, orang hamil, orang dewasa di atas 65 tahun, karena mereka yang memiliki kondisi paru-paru yang sudah ada sebelumnya seperti asma dan COPD. Dikutip dari Ecowatch, untuk meminimalkan dampak buruk dari asap karhutla, berikut beberapa hal bisa dilakukan: [irp]-
Kenakan masker
-
Menutup jendela dan pintu
-
Hindari pergi ke luar ruangan
-
Memantau kualitas udara
-
Gunakan AC
-
Minum air
-
Gunakan pembersih udara
-
Jaga kebersihan dalam ruangan