Teknik <em>Ecoprint</em> Hadirkan Busana yang <em>Ecofriendly</em>
Klikhijau.com – Daun-daun yang jatuh di halaman rumah kerap dianggap mengotori. Namun, daun-daun ini ternyata bisa diubah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai tambah. Hal tersebut dilakukan oleh...
Klikhijau.com – Daun-daun yang jatuh di halaman rumah kerap dianggap mengotori. Namun, daun-daun ini ternyata bisa diubah menjadi sebuah produk yang memiliki nilai tambah. Hal tersebut dilakukan oleh Mutiara Arsya Vidianinggar Wijanarko dengan usaha ecoprint bernama "Reramban".
Dilansir dari Tribunnews.com, bisnis ini didasari oleh konsep ecofriendly dengan memanfaatkan daun-daun yang berguguran. Mutiara sadar jika membuat produk yang unik dari bahan-bahan yang diremehkan orang sekaligus ramah lingkungan bisa menjadi alternatif kekinian.
Ia memanfaatkan daun-daun kering yang ada di sekitar rumah, seperti daun jarak, kesumba, kalpataru, jenitri, dan eucalyptus untuk memberi motif pada beragam busana. Seperti kemeja, jaket, blouse, tas, hingga dompet.
[irp posts="8180" name="Ajaib! Koran Ini Bisa Jadi Tanaman di Jepang"]
Cara membuatnya dengan menyiapkan kain sutera, katun, rayon ke dalam cairan yang mengandung unsur logam. Lalu, daun-daun dibentuk pola di atas kain, kemudian dipanaskan (steam) selama kurang lebih 3,5 jam.
"Proses yang paling menentukan yaitu ketika menunggu hasil steam-an. Karena ecoprint ini ajaib, belum tentu yang kita harapkan bisa jadi. Kita tidak bisa menebak hasilnya. Maka dari itu, kemungkinan hasilnya sama itu kecil," kata Mutiara, Rabu, 28 Agustus 2019.
Harga dari produknya sendiri berkisar antara Rp400-550 ribu, dengan omzet Rp8-10 jut per bulan. Dipasarkan hingga tingkat Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur lewat pameran-pameran.
[irp posts="3292" name="10 Hijab Ramah Lingkungan yang Perlu Diketahui Para Hijabers"]