Tedi Asmara, Lelaki yang Melukis di Atas Daun Kering

Klikhijau.com - Telah lama saya mengoleksi daun kering. Daun itu saya dapatkan dari tempat yang saya kunjungi. Sebagian dibawakan teman dari kampungnya atau dari tempat yang dikunjunginya pula. Say...

Tedi Asmara, Lelaki yang Melukis di Atas Daun Kering
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Hanya butuh empat hari, dia berhasil melukis wajah sepasang suami istri dengan sangat indah di atas daun kering. Dengan bermodalkan cat air, dia mulai melukis di atas selembar daun jambu bol jamaika.

Hal yang menakjubkan baginya, saat memperlihatkan karya pertama ke atasannya, si bos terkesan hingga memberinya uang.

"Bos saya kelihatan seneng banget. Waktu itu saya langsung dikasih uang," ujar Tedi sambil tersenyum.

Berawal dari situ, dia kecanduan melukis di atas daun seperti daun nangka, awar awar, dukuh, dan karet. Daun-daun itu menjadi karya dengan pesona dan karakter kuat ketika ada di tangan Tedi.

"Alhamdulillah, dari situ banyak temen yang minta dibuatkan lukisan di daun," kata pria yang aktif di komunitas Bogor Sketchers ini.

Tedi melukis di sebuah ruangan berukuran 3,5x6 meter persegi. Ruangan itu tidak tampak seperti ruang kerja penggiat seni pada umumnya.

Ruangan tersebut merupakan kamar kontrakan yang berlokasi di Jalan Wirakrama, Bogor Timur, Kota Bogor itu hanya ada satu meja lipat kecil.

Dari ruangan itu, Tedi melikus berbagai hal mulai dari wajah mantan Presiden RI pertama Soekarno hingga Presiden RI Joko Widodo, ulama karismatik maupun budayawan, pahlawan nasional, sketsa wajah ternama dunia, lukisan pemandangan, lukisan kepala daerah serta Istana Bogor dan masih banyak lagi.

Di tangan-tangan kreatif, hal yang dianggap sampah dan mencemari lingkungan bisa berupa jadi sesuatu yang memiliki nilai seni tinggi dan ekonomi.

Terus berkarya, Pak Tedi. Bagaimana jika melukis daun koleksi saya?

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2