Tak Hanya Ubah Gaya Hidup, Pandemi Juga Ubah Komposisi Sampah

Klikhijau.com – Gaya hidup selama pandemi memang berubah. Namun, rupanya bukan hanya gaya hidup yang berubah, tapi juga komposisi sampah. Hal yang mengubah wajah ‘persampahan’ adalah sampah Alat Pe...

Tak Hanya Ubah Gaya Hidup, Pandemi Juga Ubah Komposisi Sampah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Gaya hidup selama pandemi memang berubah. Namun, rupanya bukan hanya gaya hidup yang berubah, tapi juga komposisi sampah.

Hal yang mengubah wajah ‘persampahan’ adalah sampah Alat Pelindung Diri (APD)—yang cukup meresahkan selama pandemi Covid-19.

Jenis sampah tersebut terbilang baru, itu  artinya ada perubahan komposisi sampah selama pandemi. Iya, saat ini tidak terlalu sulit menemukan sampah yang dianggap penyelamat dari virus corona.

Sampah-sampah itu, bisa berupa masker, sarung tangan hingga botol bekas hand sanitizer.

Khusus di Teluk Jakarta, tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menemukan perubahan komposisi sampah.

Sampah APD  seperti masker dan pelindung wajah menjadi wajah baru bagi sampah yang masuk ke Teluk Jakarta.

Dilansir dari Antara, tim peneliti sampah LIPI melakukan studi di dua muara sungai di Jakarta selama pandemi Covid-19.

Kedua muara sungai itu, yakni Cilincing dan Marunda, Jakarta Utara. Para peneliti menemukan hal miris. Kurangnya aktivitas di luar rumah selama pandemi, rupanya tak mempengaruhi turunnya produksi sampah.

Justru sebaliknya, peneliti menemukan jumlah sampah mengalami sedikit peningkatan, tapi berat sampahnya berkurang.

APD kategori baru

Intan Suci Nurhati, salah satu anggota tim peneliti LIPI mengatakan, kalau sebelum pandemi sampah yang banyak ditemukan jenis plastik.

"Tapi semasa pandemi ini ada kategori baru yang di tahun 2016 tidak ada sekarang ada, itu adalah APD," kata peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI itu dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Greenpeace Indonesia di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2