Studi: Mengoptimalkan Pendingin Dapat Mengurangi Sampah Makanan dan Emisi GRK
Klikhijau.com - Universitas Michigan (UMichigan) dalam studi terbarunya menemukan cara mengurangi sampah makanan. Studi itu menyimpulkan dengan meningkatkan kapasitas pendingin. Penduduk dunia, setida...
Klikhijau.com - Universitas Michigan (UMichigan) dalam studi terbarunya menemukan cara mengurangi sampah makanan. Studi itu menyimpulkan dengan meningkatkan kapasitas pendingin. Penduduk dunia, setidaknya akan menghemat hampir separuh sampah makanan secara global atau sekitar 620 juta metrik ton.
Sampah makanan memang mengkhawatirkan. Tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi yang besar, tetapi juga jadi ancaman pada lingkungan.
Indonesia termasuk negara yang darurat sampah makanan. Saat ini menempati posisi empat besar dari seluruh negara di dunia.
Ratusan triliun rupiah terbuang yang harusnya bisa digunakan untuk memberi makan lebih dari 30% populasi Indonesia. United Nations Environment Programme (UNEP) dalam laporannya yang berjudul Food Waste Index 2021. Total sampah makanan di Indonesia mencapai 20,93 juta ton/tahun. Nilai tersebut menempatkan Indonesia pada posisi empat terbesar setelah China, India, dan Nigeria (cnbcindonesia).
[irp]
Menurut Laporan Kajian Food Loss and Waste di Indonesia pada tahun 2021, hasil riset kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas, World Resource Institute, dan Waste4Change memberikan proyeksi nilai kehilangan ekonomi di tahap food loss, yakni pangan yang terbuang pada tahap produksi, pascapanen/penyimpanan, dan pemrosesan/pengemasan) sekitar Rp106 triliun hingga Rp205 triliun per tahun.
Jumlah sampah makanan yang terbuang tersebut bisa digunakan untuk memberi makan lebih dari 30 persen populasi Indonesia.
Itu baru Indonesia, bagaimana jika dihitung jumlah makanan yang terbuang seluruh dunia?
Dilansir dari Ecowatct, UMichigan dalam siaran pers mengungkapkan setiap tahun, sekitar sepertiga produksi pangan di seluruh dunia terbuang percuma.
Padahal makanan yang terbuang itu dapat menghidupkan jutaan orang. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, sekitar 800 juta orang mengalami kelaparan.
Karena itu, diperlukan solusi untuk mengurangi sampah makanan. Studi dari UMichigan menguraikan dengan sepenuhnya mendinginkan rantai pasokan makanan. Dapat menciptakan makanan yang lebih awet. Tidak hanya itu, juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang terkait dengan limbah makanan sebesar 41 persen secara global.
[irp]
“Saya terkejut melihat besarnya peluang kita untuk mengurangi kehilangan dan limbah pangan secara global,” kata Aaron Friedman-Heiman, penulis utama studi tersebut dan mahasiswa master di Sekolah Lingkungan dan Keberlanjutan UMichigan. Ia melanjutkan, “Sekitar setengah dari sekitar 1,3 miliar ton makanan yang terbuang setiap tahunnya dapat diatasi melalui optimalisasi rantai pasokan makanan.”
Jika pendingin dipotimalkan, maka sebagian wilayah Asia dapat mengalami pengurangan kehilangan pangan sebesar 45 persen, serta emisi terkait yang lebih rendah sebesar 54 persen.
Sedangkan kehilangan pangan di Afrika Sub-Sahara dapat dikurangi sebesar 47 persen, sementara emisinya dapat turun sebesar 66 persen jika skenario pendinginan dioptimalkan.
[irp]