Solusi atas Bantuan yang Tumpang Tindih, MSF dan Kemenko PM Uji Coba Model Kolaborasi Desa

Solusi atas Bantuan yang Tumpang Tindih, MSF dan Kemenko PM Uji Coba Model Kolaborasi Desa
Atasi Fragmentasi Program, MSF Mulai Aksi Kolaboratif Pengentasan Kemiskinan, - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia kerap terbentur masalah klasik, fragmentasi program. Banyaknya lembaga yang bergerak dengan asesmen dan kriteria masing-masing tak jarang memicu tumpang tindih bantuan, meninggalkan celah layanan, hingga melemahkan keberlanjutan program.

Menjawab tantangan tersebut, Multi-Stakeholder Forum (MSF) Pengentasan Kemiskinan resmi memulai langkah konkret lewat aksi kolaboratif di tiga desa pilot project. Inisiatif yang bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada soft launching program di Indofood Tower, Jakarta, Rabu (29/10/2026).

Melalui kesepakatan tersebut, tiga organisasi pengampu melangkah ke lapangan, Human Initiative mengampu Desa Ciseureuheun, Rumah Zakat mendampingi Desa Panyingkiran Kidul, dan DT Peduli mengawal Desa Karyawangi.

Dibentuk sejak Agustus 2025 oleh Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), Forum Zakat (FOZ), dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI) serta diperkuat oleh PISAgro dan IGCN MSF menghimpun jejaring lebih dari 700 lembaga. Aliansi ini menandai babak baru kolaborasi lintas sektor yang menyatukan ekosistem filantropi, lembaga zakat, organisasi kemanusiaan, korporasi, akademisi, hingga pemerintah dalam satu kerangka kerja bersama.

Fokus Integrasi dan Penguatan Basis Pedesaan

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan