Sirangi Rong, Cara Cerdas Budidaya Pertanian KWT Permata Hijau, Makassar

Klikhijau.com - "Oke Google, nyalakan. Sirangi Rong." Begitu terdengar suara Rustam dan sekelompok ibu di Green House, milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Permata Hijau, Jalan Tamangapa Raya 3 No7E, Rabu...

Sirangi Rong, Cara Cerdas Budidaya Pertanian KWT Permata Hijau, Makassar
Bacakan Artikel

Mirda (37) mengaku baru bergabung dengan KWT Permata Hijau, tahun 2019. Sementaraย  Fitri (36), sudah lama bergabung. Dia merasakan manfaatnya ikut KWT, apalagi saat panen. Selain mengisi waktu, dia juga bisa tambah akrab dengan sesama ibu-ibu yang merupakan tetangganya.

Diana (39), juga merasakan kebersamaan sebagai anggota KWT. Semua dilakukan bersama, kecuali kegiatan menyiram yang terjadwal, dlakukan 2 kali, pagi dan sore. Namun, menurut mereka, setelah ada aplikasi Sirangi Rong, membantu mempermudah aktivitas penyiraman.

Andi Anugrahwaty, yang jadi penyuluh pertanian sejak tahun 2008, menceritakan, tadinya programnya di depan bersama kelompok tani lorong (Poktanrong) tapi tidak berhasil. Kemudian pindah di tempat yang sekarang, dengan pengelola yang berbeda.

[irp]

Awalnya, tahun 2018, ada program dari Dinas Ketahanan Pangan, diberi bibit dan media tanam seperti tanah dan pupuk. Dari situ berhasil. Lalu ada kegiatan P2KP (percepatan penganekaragaman konsumsi pangan), yang dikelola dengan benar dan dinilai berhasil. Program ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan peningkatan diversifikasi pangan.

Tahun 2020, tambahnya, berganti dari Poktanrong jadi KWT. Supaya bisa mendapat anggaran bersumber dari APBN. Tahun 2023 dapat program Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Program P2L (Pekarangan Pangan Lestari).

Begitulah perkembangan program di KWT Permata Hijau. Nama ini pun punya kisah tersendiri. Mestinya KWT Bumi Hijau, tapi karena saat dibuatkan SK pengurus tertulis KWT Permata Hijau. Jadilah nama itu yang digunakan hingga sekarang. (*)

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: