Sipongi, Inovasi Baru Cegah Karhutla
Klikhijau.com – Sipongi, nama yang asing di pendengaran, bukan? Wajar saja demikian, sebab Sipongi merupakan inovasi bari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Sipongi atau Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Web merupakan salah satu inovasi yang diuji oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB). Tujuannya untuk masuk menjadi Top 45 Inovasi Pelayanan Publik.
Sipongi diuji setelah sebelumnya masuk menjadi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik. Menyisihkan 1.872 proposal yang disubmit dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2019.
[irp posts="3811" name="Drainase Pertanian Berpotensi Jadi Penyebab Karhutla"]
"Tahun 2015 kita semua tahu ada Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terbesar dari beberapa karhutla sebelumnya. Dari kejadian itu tentunya mengindikasikan bahwa kita tidak bisa bekerja secara manual. Jadi harus dibangun sebuah sistim yang bisa menjamin pengendalian karhutla. Itu kita kenal dengan Sipongi, arahnya sebetulnya deteksi dini," ujar Bambang.
Sipongi merupakan sistem informasi untuk mencegah terjadinya karhutla melalui deteksi dini hotspot/titik api. Sipongi ini dikoordinasikan oleh KLHK sebagai walidatanya.
Sipongi dibangun dari pendekatan informasi dari BMKG dan LAPAN. Keluaran data Sipongi menjadi bagian dari pengambilan keputusan. Ketika hotspot banyak di seluruh Indonesia berarti keputusan yang akan diambil pemerintah untuk melakukan siaga darurat.
"Jika dukungan informasi dari Sipongi digunakan secara baik oleh para stakeholder di lapangan, maka hotspotnya akan menurun drastis, seperti sekarang kalau kita lihat dibandingkan dengan tahun 2015 hotspot menurun sampai 80%," imbuh Bambang.
[irp posts="4515" name="Halo-Halo Karhutla, Cara Kalimantan Barat Kampanyekan Zero Asap"]
Namun, demikian sistim Sipongi ini tidak akan berhasil dibangun tanpa dukungan dan komitmen pemerintah untuk tidak terjadi lagi karhutla.