Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Simak 5 Sajak dari Penyair Arab yang Mengeksplorasi Alam Raya

Klikhijau.com – Ada banyak penyair dari negeri Arab yang dikenal karena karya-karyanya yang khas. Diantara mereka, tak sedikit yang kental dengan eksplorasi alam raya dalam sajaknya. Siapa saja pen...

Oleh afifah21@gmail.com 23 Mar 2021 10:15 6 menit baca
Klikhijau.com – Ada banyak penyair dari negeri Arab yang dikenal karena karya-karyanya yang khas. Diantara mereka, tak sedikit yang kental dengan eksplorasi alam raya dalam sajaknya. Siapa saja penyair Arab itu dan bagaimana karyanya? Berikut ini 5 penyair Arab dan contoh karyanya yang sangat dekat dengan metafora alam. Mari simak karyanya dengan seksama:
  1. Aku Berasal dari Sana Karya Mahmoud Darwish
Aku berasal dari sana dan aku mempunyai kenangan Aku dilahirkan sebagaimana manusia dilahirkan Aku memilikiseorang ibu dan sebuah rumah dengan banyak jendela Aku memiliki saudara juga teman Dan sel penjara dengan jendela yang dingin Aku mempunyai ombak yang menyambar laut-camar Aku mempunyai penyiksaan sendiri Aku mempunyai rerumputan yang lebat Aku mempunyai rembulan di ujung kata-kata   Dan kurnia burung serta keabadian pohon zaitun Aku berjalan di atas bumi Sebelum pedang menikam tubuh Yang akan mengubah menjadi santapan Aku berasal dari sana Aku mengembalikan langit kepada ibunya Ketika langit menangisi ibunya Dan aku menangis agar awan mengenali Kembali diriku Aku belajar pada semua kata-kata yang pantas   Di pengadilan tertinggi Agar aku bisa melanggar peraturan Aku belajar pada semua kata-kata dan memecahkannya Agar akubisa Menyusun satu kata Yaitu :tanah air [irp] *** Mahmoud Darwish adalah seorang penyair yang banyak memenangkan penghargaan terhadap karya sastra yang dituliskannya. Selain penyair ia juga seorang pengarang Palestina dan dinobatkan sebagai penyair nasional di Palestina. Mahmoud Darwish lahir pada 13 Maret 1941 dan wafat pada 9 agustus 2008. Semasa hidupnya ia abadikan dirinya untuk mengabdi dan membela negaranya Palestina. Hal itu membuatnya keluar masuk penjara.
  1. Hanya Budak-Nya yang Merdeka karya Jalaluddin Rumi
Laut takkan membiarkan penghuninya mentas, Tak pula membiarkan penghuni daratan Masuk kedalamnya Air adalah rumah bagi ikan Binatang berbobot menapaki muka bumi Tak ada siasat atau kita bisa mengubah Pengaturan ini [irp] Ketetapan ilahi mengunci begitu kuatnya Dan satu-satunya pembuka adalah Rabb Melekatlah kepada penyerah diri dan ketundukan Terhadap kehendak Rabb. Walaupun anak kunci dibentuk dengan benar Atom demi atomnya, tiada kunci yang bisa dibuka Kecuali oleh rahmat ilahiah. Ketika kau lupakan akal-akalmu sendiri, Kebahagiaan akan datang padamu Dari terpandunya engkau. Ketika engkau lupakan dirimu sendiri, Barulah engkau merdeka. [irp] *** Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al-Khattabi al-Bakri yang terkenal dengan nama Rumi. Seorang penyair sufi ter-mashur yang lahir di Balkh pada 30 September 1207 yang bertepatan dengan 6 Rabiul Awal tahun 604 Hijriah. Hampir seluruh dunia mengenal sang penyair sufi ini. Seluruh syair dan puisinya tersebar keseluruh antero bumi. Puisinya juga terkenal memiliki makna yang dalam dan lebih mengingat Rabb. Sang Rumi wafat pada pada 17 Desember 1273 Masehi.
  1. Batu Kelapa karya Khalil Gibran
Dua muda bercermin cahaya Sesaat terik melepas biasnya di perigi harap Jengkal waktu merayap malas Bertali dua perempuan paruh nafas luruh di tepi daun kaca Merayu sepasang batu kelapa, terpukul nyata. Keajaiban bagai memikat beliung Rasa dua muda itu, dan gegas melambung paruh Demi sepasang batu kelapa Memundak gersang terka Tak lama batu kelapa menanak Santannya di tempurung berekor bulu Mengasah dua muda untuk menilik Adanya kisah batu di kelapa selepas gelap [irp] *** Khalil Gibran adalah seorang penyair yang sangat terkenal. Karya-karyanya banyak sekali bertebaran dan banyak dinimati oleh pegiat sastra dan puisi. Ia lahir di Lebanon akan tetapi saat menginjak remaja ia pindah ke Amerika Serikat ikut dengan keluarganya. Disanalah, ia mulai belajar sastra dan menekuninya. Banyak penyair yang mengidolakan gaya menulis Khalil Gibran. Kemampuannya menulis dengan dua bahasa menjadikan tulisannya semakin banyak dikenal dunia. bahkan di Lebanon sendiri ia dikenal sebagai pahlawan sastra.
  1. Hukum Baru Penciptaan karya Nizar Qabbani
Pada mulanya adalah Fatimah Unsur-unsur semesta tersusun Api dan tanah Air dan udara Bahasa dan nama-nama tercipta Musim panas dan musim semi   Pagi dan sore Mata Fatimah tercipta Semesta menyibak rahasia Mawar-mawar hitam Selang seribu masa Perempuan mengada [irp] *** Nizar Qabbani lahir di damaskus pada 21 Maret 1923. Lahir dari keluarga pedagang yang hidup dengan sederhana. Ia diasuh dan dibesarkan oleh tetangganya dan menempuh Pendidikan sejak kecil. Ia mulai tertarik dengan sastra pada masa pendidikannya. Ia mengekspresikan segala emosinya melalui puisi. Beberapa karya puisinya berhasil menjadi kebangaan dunia sastra arab.
  1. Langkah Terakhir karya Nazik Al Malaikah
Saksikankalah, wahai pepohonan Aku takkan lagi melihat dari bawah rindangmu Inilah aku, kini telah pergi, angan kau tangisi kesedihanku Sebab kesedihan dan harapanku tak akan menghukummu Langkahku dalam gelap, jangan kau anggap ia Sebagai Langkah terakhir disini Mengembalikan nyanyian-nyanyian yang tak ia mengerti Perlahan kau akan pupus jua sebagaimana diriku Langkahku, tempat Kembali segala kepiluan Oh, andai saja aku mendengar suara nestapa   Andai saja aku kehilangan inderaku, andai saja Mungkin aku tak kan menyaksikan mimpi asing itu Mimpi macam apa yang layu di atas pasir Kuukir diatasnya seluruh melodi hidupku [irp] Seluruh mimpi dan khayal masa mudaku Seluruh degup nada-nada Kini, dirimu, aku pergi wahai pohon Dalam jubah pengembaraan dan penghormatan Andai saja, aku beranikan diri untuk berjumpa denganmu Memandangmu sekali lagi, tanpa air mata Takkan kau rasakan, esok hari, dampak dari kesalahanku   Aku, wahai saudaraku, tak akan pernah Kembali Semua impian dan mimpiku Surga gemilang asa dan Langkah pengembara Akan kutemui kayu dalam bayang bayang dan aku pun berlalu Apa artinya, setelah ini, kayu yang rapuh itu ? Aku akan hidup, wahai langitku, diatas bumi Maka akan kuselipkan cahya dalam hati terdalamku Sampai jumpa, engkau, oh impian masa mudaku Apakah kau yang telah merajutnya lima puluh tahun lamanya Dialah aku, Hasrat yang terkubur di bumi Dan akan kurahasiakan cita citaku yang getir dan penuh duka Jalan-jalan yang indah akan menangis Di atas kenagan-kenanganku, namun jiwaku tak akan pernah Kembali Wahai pohon pohon, anggaplah jiwaku berasal darimu Bahwa ingatan hasratku tak akan pernah padam Dan aku ? Jangan kau ragu, anggap saja engkau berasal dariku   Sungguh, kenanganmu di hatiku akan hidup Kembali Segala tentangmu akan mengakar dalam kedalaman diriku Ia abadi sebagai penyair yang abadi Wahai, pohon pohon, jangan, jangan kau ingat lagi Aku hanyalah berhala keputusasaan dalam wujud manusia Aku tak punya apapun selain puing-puing kerinduan Dan sisa sisa nestapaku yang abadi   Dulu aku pernah terhempas di antara mendung-mendung Menumpahkan mimpi-mimpi di dalam kedalaman hidupku Bersamaku, anganku mengangkasa melebihi tinggi gemintang Dan puisi mencipta Hasrat terindah untukku Hai, kayu selamat tinggal dari kehidupanku Senja telah tiba dan sungguh telah tiba pula keberangkatanku Hapuslah yang telah lalu, hapus lagu-laguku Lupakan lagu-lagu nestapa dan duka laraku Hingga tak lagi au ingat lagu piluku, esok hari Senandung suka dan dukaku Lupakanlah aku, sungguh aku telah jauh pergi Bersama dosa-dosaku Inilah aku tenggelam dalam kalbu senja. *** Nazik Shadiq Ja’far al-Malaikah adalah nama lengkap Nazik al-Malaikah seorang penyair dengan banyak karya puisi. Seorang penyair perempuan yang begitu menginspirasi. Ia lahir pada 23 agustus 1923 di kota Baghdad. Ia mengenal puisi sejak masih muda dikarenakan ayahnya seorang guru Bahasa arab. dengan tumbuh di lingkungan yang penuh kecintaan terhadap sastra menjadikannya seorang penyair hebat dan terkenal. Menghasilkan antologi puisi dan menjadi salah satu pembaharu dalam puisi arab. [irp]
Topik terkait
#sastra hijau #penyair arab #sastra arab