Si Cantik yang Bergizi, Bunga Marigold Berpotensi Jadi Superfood Baru yang Tinggi Protein
Klikhijau.com – Tidak hanya indah saat berbunga. Bunga marigold mungkin memiliki potensi lain yang tidak terduga dan bikin kaget. Jika selama ini bunga yang juga dikenal dengan nama bunga tahi ayam...
Klikhijau.com – Tidak hanya indah saat berbunga. Bunga marigold mungkin memiliki potensi lain yang tidak terduga dan bikin kaget.
Jika selama ini bunga yang juga dikenal dengan nama bunga tahi ayam itu lebih sering dijadikan penghias taman atau untuk keperluan upacara adat. Maka peran itu mungkin akan naik kelas. Lebih tinggi dan lebih bermanfaat bagi kesehatan.
Saat ini, dunia sedang menghadapi peningkatan permintaan sumber protein nabati baru. Di sinilah peran baru bunga berwarna indah ini terbuka lebar—sebagai sumber protein nabati.
Bagaimana mungkin? Tentu saja pertanyaan seperti itu akan mengiringi peran baru tersebut. Namun, sebuah studi baru dari Universitas Georgia yang diterbitkan di ACS Food Science & Technology akan memupus keraguan itu.
[irp]
Studi yang ditulis bersama oleh Fidele Benimana dkk itu menunjukkan bahwa bunga marigold berpotensi menjadi sumber makanan.
Dilansir dari Newswise, para peneliti menemukan bahwa bunga marigold mengandung jumlah protein yang hampir sama dengan sumber protein nabati konvensional seperti quinoa. Namun, protein marigold memiliki beberapa ciri utama yang mungkin membuatnya sangat cocok untuk pasar protein nabati.
Ekstrak protein bunga marigold tetap stabil pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan protein nabati lainnya seperti buncis dan kacang polong. Hal ini mungkin menjadikannya ideal untuk keperluan pembuatan kue.
Komposisi asam amino yang terdapat dalam beberapa protein bunga tersebut dapat memberikan rasa umami pada makanan. Beberapa protein tersebut meningkatkan emulsifikasi. Itu berarti protein bunga marigold dapat membantu mengikat makanan seperti saus salad.
Bunga ini juga memiliki khasiat menghidrasi dan antioksidan, kandungan serat yang tinggi, serta sejumlah besar mineral, seperti kalsium, kalium, dan zat besi.
Anand Mohan, penulis utama studi ini dan profesor madya di Fakultas Pertanian dan Ilmu Lingkungan UGA mengatakan bahwa miliaran dolar bunga dibuang setiap tahun.
“Bisakah Anda bayangkan jika kita bisa mengambil bunga-bunga itu dan menggunakannya sebagai makanan? Memang mudah diucapkan, jauh lebih sulit dilakukan, tetapi studi seperti ini adalah langkah pertama untuk mewujudkannya," katanya.
[irp]