Seratusan Burung Anis Menanti Kebebasan Terbang di Pulau Flores
Klikhijau.com – Sebanyak 115 burung anis (Zoothera interpres) tiba di bandara El Tari, Kupang. Burung tersebut datang dari provinsi berbeda, yakni Jawa Timur—tepatnya dari Surabaya. Ratusan burung...
Klikhijau.com – Sebanyak 115 burung anis (Zoothera interpres) tiba di bandara El Tari, Kupang. Burung tersebut datang dari provinsi berbeda, yakni Jawa Timur—tepatnya dari Surabaya.
Ratusan burung anis kembang itu merupakan hasil pengungkapan tindak penyelundupan melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Burung tersebut kemudian ditranslokasikan dan segera akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya di Pulau Flores NTT.
Burung anis tersebut ketika tiba di Kupang, Minggu 14 Juni 2020 diterima oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT).
BBKSDA NTT sendiri mendukung upaya translokasi satwa tersebut dari BBKSDA Jawa Timur. Sebelumnya, yakni pada 28 Mei 2020 Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya melakukan karantina dan penahanan terhadap 204 ekor burung anis kembang.
[irp]
Burung itu masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dari NTT tanpa dilengkapi dokumen resmi.
Melansir laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), saat proses karantina dan penahanan oleh Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya. Burung-burung tersebut telah dilakukan pengujian penyakit Avian Influenza secara Rapid Test dan hasilnya negatif.
Tidak berhenti di situ saja, pada tanggal 31 Mei 2020 sebanyak 125 burung anis kembang yang tersisa diserahkan kepada BBKSDA Jawa Timur
Penyerahan itu dilakukan oleh Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya. Tujuan untuk dilakukan perawatan sementara di fasilitas kandang transit milik BBKSDA Jawa Timur agar burung tersebut terhindar dari hal yang tak diinginkan.
Sayangnya tak semua yang diserahkan tersebut bisa selamat. Dari 125 ekor yang diserahkan, 10 ekor mati di kandang transit. dan sisanya 115 ekor dalam kondisi liar dan sehat.
Burung anis kembang yang ke 115 ekor ini diputuskan untuk ditranslokasi ke Balai Besar KSDA NTT melalui bandara El Tari Kupang. Tujuannya adalah agar bisa lestari dan menikmati alam bebas.
[irp]