Selain Fenomena Metamorfosanya, 6 Hal Ini Menarik Diketahui Seputar Kupu-Kupu

oleh -1,013 kali dilihat
Selain Fenomena Metamorfosanya, 6 Hal Ini Menarik Diketahui Seputar Kupu-Kupu
Kupu-kupu tergolong dalam bangsa Lepidoptera dan Bantimurung adalah salah satu kerajaannya/foto-Kabare.id
Irhyl R Makkatutu

Klikhijau.com – Mungil, unik dan indah, itulah kupu-kupu. Hal paling menakjubkan pada kupu-kupu adalah proses metaorfosa hidupnya dengan siklus berputar. Setiap proses metamorfosisnya, ia menjadi berbeda. Tetapi, begitu sudah menjelma kupu-kupu bersayap khas dengan corak menawan, hidupnya akan segera berakhir. Siklus ini tentu punya makna filosofis mendalam, terlepas dari daya tarik keindahannya itu sendiri.

Itulah sebabnya, aktivitas mengamati kupu-kupu sangat bermanfaat bagi manusia. Selain menyenangkan dan membangkitkan rasa bahagia, kita juga dapat belajar banyak dari siklus hidupnya. Beruntunglah, sebab kita memiliki satu spot menarik yang menjadi pusat pelestarian dan budidaya kupu-kupu, yakni di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) di Maros, Sulawesi Selatan.

Di sanalah, surga sekaligus kerajaan bagi kupu-kupu (The Kingdom of Butterfly), tempat yang tepat untuk kita melihatnya riang beterbangan. TN Babul terbuka untuk umum bahkan bisa dikunjungi di malam hari. Sejak 2016, otoritas setempat telah membangun Helena Sky Bridge, sebuah wahana wisata baru yang menawarkan atraksi kupu-kupu. Dilengkapi pula dengan jalan trecking yang terbentang sekitar 650 meter di dalam dome.

KLIK INI:  4 Jenis Kupu-Kupu Ini Dilindungi di TN Bantimurung Bulusaraung

Di Bantimurung, pengunjung dapat melihat kawanan kupu-kupu beterbangan di dalam dome, sembari mengamati fenomena alam karst Maros yang eksotik. Kini, spot ekowisata ini adalah satu ikon di Sulawesi Selatan yang menarik dikunjungi.

Nah, bila sudah pernah berkunjung ke Bantimurung atau sama sekali belum, berikut ini ada 6 hal menarik seputar kupu-kupu yang jarang diketahui.

Diabadikan Pertama kali oleh Alfred Russel Wallace

Sejak kapan ditemukan kupu-kupu di Bantimurung? Semua bermula dari petualangan seorang Alfred Russel Wallace, seorang antropolog dan ahli biologi yang familiar dengan pemahamannya mengenai teori evolusi.  Lahir pada 8 Januari 1823 dan meninggal pada 7 November 1913 pada umur 90 tahun.

Alfred Russel melakukan penelitian hingga November 1857 di Maros  dan menemukan kupu-kupu indah. Ia menulis catatan di sebuah jurnal berjudul “The Malay Archipelago ”, ia menuturkan kekagumannya secara mendalam tentang kupu-kupu di Maros begitu metaforik. Salah satu jenis yang menggoda seorang Wallace adalah jenis Papilio Androcles (kini berubah nama menjadi Graphium androcles).  Jenis ini memang memiliki bentuk yang unik yakni ekor putih menjuntai panjang.

KLIK INI:  Mengenal Lebih Dekat Burung Puffin, Burung yang Alami Kematian Massal

Selama meriset di Maros, Wallace berhasil mengumpulkan 232 jenis kupu-kupu yang terdiri dari 139 jenis papiliodoidea, 70 jenis kupu-kupu malam (moths) dan 23 jenis Hesperidae (skippers). Hasil penelitiannya ini diabadikan dalam Alfred Russel Wallace’s Spesies Notebook 1855-1859. Sejak itu, kekayaan jenis kupu-kupu di Bantimurung mulai terungkap. Bantimurung akhirnya dikenal saat ini sebagai Kingdom of Butterfly hingga ke mancanenagara.

Apa beda Kupu-kupu dan kupu-kupu malam?

 Kupu-kupu adalah kelompok serangga yang tergolong dalam bangsa Lepidoptera atau  kelompok serangga bersayap sisik. Nah, dari 190.000 jenis Lepidoptera di dunia, 12 %-nya ternyata adalah kupu-kupu (Papilionoidea), selebihnya adalah ngengat (Moths) alias kupu-kupu malam. Walau jumlahnya hanya 12 persenan, kupu-kupu lebih dikenal karena kebiasannya yang aktif di siang hari dengan tampilan khas nan menarik. Sementara, ngengat alias kupu-kupu malam, tampak lebih kusam. Ngengat memiliki antena yang cukup bervariasi, lebih berbulu dan berbentuk panjang tebal dengan ujung yang menipis. Sedangkan, kupu-kupu cenderung berbentuk tipis memanjang dengan ujung yang membulat seperti gada (clubbed). Ciri lainnya adalah kupu-kupu beristirahat dengan menegakkan sayap, sedangkan ngengat beriistirahat dengan membentangkan sayap.

Berapa usia dan maksimal bentangan sayapnya?

 Seperti diketahui bahwa kupu-kupu adalah jenis fauna berusia pendek. Jadi, di balik pesonanya, kupu-kupu tidak bisa bertahan lama. Lalu, berapa usianya? Usia kupu-kupu dewasa hanya 14-24 hari saja. Seperti halnya kupu-kupu jantan, ia akan mati setelah kawin dan betina akan mati setelah bertelur dan meletakkantelurnya. Lalu seberapa maksimal bentangan sayap indahnya? Kupu-kupu dapat membentangkan sayapnya hingga 28 cm, sedangkan kupu-kupu termungil tidak lebih dari 1,5 cm.

KLIK INI:  Myzomela Irianawidodoae, Burung Pertama yang Pakai Nama Ibu Negara
Kupu-kupu adalah indikator kelestarian lingkungan

 Bila kupu-kupu masih bisa dijumpai beterbangan bebas, itu artinya kondisi lingkungan kita masih bagus. Jadi, kupu-kupu dapat menjadi indikator lingkungan yang penting, sebab kupu-kupu tidak akan bertahan pada lingkungan yang bermasalah. Jadi, beruntunglah bila di rumah Anda kedatangan kupu-kupu. Wajar saja bila banyak orang mempercayai bahwa rumah yang kedatangan kupu-kupu pertanda keberuntungan. Katanya, akan ada tamu membawa rezeki dan kabar baik.

Kupu-kupu sejati yang istimewa?

Kupu-kupu sejati ternyata berasald dari super family Papilionidae. Kupu-kupu ini istimewa karena warna sayapnya yang cerah dan bentuk tubuhnya yang langsing memanjang. Kelompok ini merupakan jenis paling atraktif dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Papilionidae beranggotakanlebih dari 550 jenis dengan ciri berukuran besar dan berwarna cerah dengan bentuk sayap yang menarik. Menariknya, jenis ini memiliki tiga pasang kaki yang berfungsi sempurna. Di bagian ujung kaki depannya terdapat semacam taji yang dapat membuatnya berjalan. Di TN Babul, Papilionidae yang berhasil diumpai baru 26 jenis, 12 jenis diantaranya berhasil dibudidayakan.

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Pada beberapa jenis kupu-kupu, agak sulit membedakan mana jantan dan betina. Karena, secara fisik perbedaan signifikan tidak nampak. Untuk membedakannya, dapat dilihat pada abdomennya. Betina cenderung memiliki abdomen yang lebih besar dibandingkan jantan. Pada ujung abdomen kupu-kupu betina terdapat lubang genital di ruas kedua sebelum ruas terakhir, sedangkan pada kupu-kupu jantan ujung abdomennya berupa valva (clasper).

Penasaran lebih banyak hal lagi seputar kupu-kupu, ayo ke Taman Nasional Bantimurung!

KLIK INI:  Suatu Sore yang Membiakkan Rasa Penasaran Tentang Kelinci, Rupanya Begini Faktanya