Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Berita Lingkungan

Sekeping Harapan di Tengah Pandemi

Klikhijau.com – Saat rasa putus asa menebal dan harapan terjun bebas. Sebuah pesan Whatshapp masuk ke gawai saya. Pesan yang mengabarkan kiriman paket Alat Pelindung Diri (APD) dari Kurir Kebaikan dan...

Oleh rustanamboasse@gmail.com 06 May 2020 08:48 3 menit baca
Klikhijau.com – Saat rasa putus asa menebal dan harapan terjun bebas. Sebuah pesan Whatshapp masuk ke gawai saya. Pesan yang mengabarkan kiriman paket Alat Pelindung Diri (APD) dari Kurir Kebaikan dan Milenial BUMN. Pesan itu menginformasikan jika paket APD telah diterima oleh pihak RSUD dr. Abd.Rivai Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Paket yang berisi hazmat 75 pcs, face shield 1 box, dan masker N95 itu melahirkan kembali rasa optimisme dan sekeping harapan. Paket itu sungguh sangat berarti pada situasi saat ini. Apalagi Kabupaten Berau sedang berperang melawan Covid-19. Saat ini Tim Satgas Covid 19 sudah mencatat sebanyak 29 pasien terkonfirmasi positif. Angka yang tidak sedikit untuk level kabupaten. Situasi itu tidak hanya diperparah oleh kurangnya APD, tapi juga masyarakat menjadi terbelah dalam berbagai opini, penilaian, dan tindakan. [irp] Ada yang menganggap pemerintah gagap dalam bertindak, pun ada yang menilai bahwa situasi ini tidak berjalan baik. Pro kontra pilihan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan implementasinya yang carut-marut. Tidak berhenti di situ, di sosial media banjir kritikan tanpa solusi. Dan yang lebih mengkhawatirkan banyak pasien positif yang tidak jujur ketika ditracing dan diperiksa oleh dokter. Realitas itu harus diterima dengan jiwa yang besar. Pemerintah mesti dewasa dalam genangan kritik dan para pengkritik harus menunjukkan peran positifnya. Seharusnya saat ini bukan saat yang tepat untuk mengkritik dengan buta tanpa solusi. Seharusnya realitas sekarang ini direspons dengan positif seperti yang dilakukan sekumpulan anak muda yang tergabung dalam komunitas Kurir Kebaikan dan Milenial BUMN. Gerakan mereka menjadi contoh yang banyak diikuti komunitas-komunitas anak muda di daerah kabupaten/kota. Beberapa hari yang lalu saya menerima pesan singkat dari drg. Muh. Arief Rosyid Hasan, dia menceritakan pengalamannya bersama tim Kurir Kebaikan dan Milenial BUMN yang datang memberikan sekeping harapan. Salah satu harapan yang alirkan adalah bangkitnya Industri Alat Kesehatan, bahkan Kementerian BUMN telah melakukan pola strategi khusus bagaimana bangsa ini pada masa yang akan datang memiliki "security health national".
Yang bisa dipetik dari pandemi
[irp] Melalui gerakan anak muda itu, terbuka mata bahwa ketahanan dan kemapanan sistem kesehatan nasional menjadi keharusan bagi Indonesia. Ketergantungan impor bahan baku obat dan alat kesehatan hingga sembilan puluh persen sejatinya adalah tragedi yang memilukan. Oleh karena itu, hikmah yang harus bisa dipetik di balik pandemi ini adalah bangkitnya kesadaran kolektif baru, kepercayaan diri dan optimisme yang baru. Optimisme itu tentu saja perlu disulam sedemikian rupa dan tidak sekadar simbolik. Situasi pandemi telah mengajarkan kita tentang banyak hal- tentang kerapuhan suatu bangsa, tentang nasionalisme yang mungkin kian pudar, tentang kesabaran atas ujian bagi manusia, tentang fitrah kemanusiaan yang sejatinya lemah tidak berdaya Kini kita semua berharap agar dunia kembali pulih seperti sedia kala dan pasca pandemi manusia akan kembali dengan jiwa baru. Jiwa yang akan tumbuh seperti cahaya matahari, cahaya yang akan memberikan kehidupan satu sama lain, dunia yang akan meruntuhkan pongahnya kekuatan ekonomi dari ideologi apa pun, dunia tanpa perang dan angkara murka. Mungkinkah itu tercapai? Tentu sangat mungkin jika banyak orang, khususnya pemuda bergerak menghapus rasa putus asa dan memberi sekeping harapan seperti yang dilakukan Kurir Kebaikan dan Milenial BUMN. [irp]