Sejarah dan Manfaat Umbi Bunga Dahlia yang Menarik Diketahui

Klikhijau.com – Bunga dahlia (Dahlia sp. L) yang dikagumi karena keindahan bunganya, ternyata menyimpan manfaat istimewa. Yah, Dahlia yang kembangnya beragam warna seperti putih, merah, ungu, kuning,...

Sejarah dan Manfaat Umbi Bunga Dahlia yang Menarik Diketahui
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Bunga dahlia (Dahlia sp. L) yang dikagumi karena keindahan bunganya, ternyata menyimpan manfaat istimewa. Yah, Dahlia yang kembangnya beragam warna seperti putih, merah, ungu, kuning, jingga, dan kombinasi mengandung inulin pada umbinya.

Inulin adalah komponen bahan pangan dengan kandungan serat tinggi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Inulin adalah polimer dari unit-unit fruktosa yang dapat larut dengan muda dalam air. Enzim-enim pencernaan tidak dapat mencernanya, tetapi dapat difermentasi oleh mikroflora kolon (usus besar). Karenanya, inulin berfungsi sebagai prebiotik.

Prebiotik adalah suatu komponen pangan yang berfungsi sebagai substrat mikroflora yang menguntungkan di dalam usus.

Sejak dahulu, umbi bunga Dahlia sudah populer sebagai bahan makanan. Kandungan karbohidrat pada umbinya membuatnya dijadikan pangan alternatif.

Sejarah bunga Dahlia

Seperti ditulis oleh Profesor Saryono (Guru besar Biokimia FMIPA Universitas Riau), umbi bunga Dahlia sebagai bahan makanan mulai tersohor pada tahun 1840-an.

Pada masa itu, terjadi semacam epidemi penyakit yang merusak produksi tanaman kentang di Prancis yang kemudian memalingkan perhatian pada Dahlia.

Namun, jauh sebelumnya, orang-orang di Meksiko telah memanfaatkan umbi Dahlia sebagai bahan pangan. Orang-orang Meksiko bahkan menyebut umbi dahlia sebagai camotes del cerro yang berarti kentang manis dari lereng gunung. Orang Meksiko mengolahnya dengan cara memasaknya seperti ubi jalar.

Dahlia merupakan tanaman hortikultura berumbi dengan biji berbelah dua (Dicotyledonae) dari keluarga Compositae. Nama dahlia diberikan di awal abad 19—saat benihnya dikirim ke Berlin—berdasarkan nama seorang ahli botani Swedia Prof. Andreas Dahl, murid seorang ahli taksonomi tanaman Linnaeus.

Di Eropa timur, bunga ini juga disebut "Georgina", berdasarkan ahli botani Johann Georgi dari Petersburg, Rusia. Dahlia yang berasal dari pegunungan Meksiko dan Guatemala pertama kali dibudidayakan oleh bangsa Aztec.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2