Sederet Biang Kerok Listrik Boros di Rumah dan Cara Simple Mengatasinya

Sederet Biang Kerok Listrik Boros di Rumah dan Cara Simple Mengatasinya
Ilustrasi penggunaan listrik-foto/Ist
Bacakan Artikel

Penggunaan listrik yang boros, bukan hanya menggerogoti isi dompet, tetapi juga akan melahirkan ketidakberpihakan pada lingkungan. Kenapa bisa? Sebab sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan bahan bakar fosil, seperti batubara dan gas alam.

Menurut  PGN LNG (2026) penggunaan bahan bakar fosil dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Karena itu, dengan menghemat listrik, maka kita telah mengambil langkah sederhana, tapi penting untuk kelestarian planet yang kita huni ini.

Pemborosan listrik dari kebiasaan kecil

Berdasarkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2025-2060 yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), penggunaan listrik di Indonesia mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir. Sektor industri serta sektor rumah tangga menjadi pengguna listrik terbanyak.

Salah satu penyebab boros listrik adalah kebiasaan sehari-hari menggunakan peralatan  elektronik tanpa mempertimbangkan dampaknya. Sebagai contoh yang paling sering terjadi adalah membiarkan kabel atau charger tetap tertancap di stop kontak walaupun perangkat tidak lagi digunakan.

Kebiasaan selanjutnya adalah menyalakan lampu pada siang hari atau membiarkan lampu dan pendingin ruangan terus menyala di ruangan  walaupun sudah tidak terpakai.

Kemudian hal yang kecil lainnya adalah sering membuka-tutup pintu kulkas terlalu lama atau terlalu sering, karena bingung akan mengambil barang apa, atau sekadar mendinginkan badan di tengah panasnya cuaca. hal ini akan  membuat kompresor kulkas bekerja lebih keras.

Walaupun konsumsi listrik setiap perangkat relatif kecil, tetapi jika penggunaannya yang terus menerus maka akan berdampak buruk. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemborosan listrik tidak selalu disebabkan oleh penggunaan yang berdaya besar. Kebiasaan sehari-hari yang dilakukan berulang kali juga dapat berpengaruh terhadap energi listrik di rumah.

Cara sederhana menghemat listrik

Untuk menghemat energi listrik tidak harus dilakukan dengan cara yang sulit. Langkah pertama yang dapat diterapkan adalah mematikan lampu ketika sudah terang atau tidak lagi digunakan. Di siang hari, sebaiknya memanfaatkan cahaya matahari dengan cara membuka jendela atau gorden agar rumah tetap terang tanpa harus menyalakan lampu

Cara lainnya adalah gunakan setrika dan mesin cuci secara lebih terencana. Menyetrika beberapa pakaian sekaligus juga dapat membantu mengurangi penggunaan energi listrik dibandingkan menyalakan setrika berulang kali di waktu yang berbeda. Mesin cuci  dapat digunakan ketika pakaian sudah terkumpul dalam jumlah yang sesuai dengan kapasitasnya.

Selanjutnya adalah gunakan peralatan elektronik sesuai kebutuhan. Pengisi daya  telepon genggam sebaiknya dicabut setelah digunakan, sedangkan kipas angin dan pendingin ruangan perlu dimatikan ketika sudah tidak diperlukan lagi. Televisi juga sebaiknya dimatikan jika tidak ada yang menonton. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi penggunaan listrik yang tidak perlu

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah memilih peralatan elektronik yang hemat energi. Ketika membeli lampu, contohnya masyarakat bisa memilih lampu LED karena umumnya lebih efisien dan tahan lama dibandingkan lampu pijar. 

Saat membeli peralatan elektronik, perhatikan informasi konsumsi daya supaya penggunaanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga

Terakhir, biasakan memeriksa penggunaan listrik di rumah. Bandingkan, jika perlu dicatat tagihan listrik setiap bulannya untuk mengetahui apakah konsumsi listrik mengalami peningkatan. Jika memungkinkan juga, periksa peralatan yang paling banyak menggunakan listrik dan evaluasi kebiasaan pemakaiannya. Dengan begitu, penghematan bukan sekedar berdasarkan perkiraan tapi kebutuhan nyata.

Menghemat dimulai dari diri sendiri  

Usaha untuk mengurangi penggunaan listrik memerlukan kesadaran serta kebiasaan yang dapat dilakukan dengan rutin. Anggota keluarga dapat saling mengingatkan untuk mematikan lampu, mencabut charger setelah digunakan dan memakai perangkat elektronik dengan bijak.

 Kebiasaan tersebut juga dapat diterapkan oleh mahasiswa yang tinggal di kost, misalnya dengan mematikan lampu dan kipas anging sebelum meninggalkan kamar.

Pada akhirnya, pertanyaan mengenai apakah kita sudah berhemat dalam menggunakan energi listrik di rumah harus dijawab berdasarkan perilaku sehari-hari. Tidak perlu menunggu sampai listrik melonjak tinggi untuk mulai melakukan penyesuaian, berhemat listrik tidak berarti mengorbankan kenyamanan, tetapi menggunakan energi sesuai dengan kebutuhan dan menghindari pemborosan.

Perubahan kecil yang dilakukan secara teratur dapat memberikan dampak positif bagi pengeluaran rumah tangga sambil sekaligus membantu mengurangi beban pada lingkungan. Karena menjaga  kelestarian lingkungan tidak selalu harus diawali dengan aksi besar. Mematikan lampu yang tidak diperlukan lagi dan menggunakan peralatan elektronik dengan bijak adalah langkah nyata menuju kehidupan yang hemat energi dan berkelanjutan.

 

Referensi:

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktorat Jendral Ketenagalistrikan. (2025). Rencana umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN). https://gatrik.esdm.go.id/gatrik/gatrik-api//storage/migrasi/download_index/files/28dd4-rukn.pdf

PGN LNG. (2026). Kelebihan dan kekurangan energi fosil.https://pgnlng.co.id/berita/wawasan/kelebihan-kekurangan-energi-fosil/

 

 

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"