Sapardi Djoko Damono, Hujan, dan Mikroplastik

 Klikhijau.com -  Penyair hujan, rasanya memang pas disematkan kepada Sapardi Djoko Damono. Ia terkenal suka menggunakan diksi hujan dalam puisinya. Apalagi pada puisinya  yang berjudul Hujan Bulan...

Sapardi Djoko Damono, Hujan, dan Mikroplastik
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

 Klikhijau.com -  Penyair hujan, rasanya memang pas disematkan kepada Sapardi Djoko Damono. Ia terkenal suka menggunakan diksi hujan dalam puisinya.

Apalagi pada puisinya  yang berjudul Hujan Bulan Juni. Bisa dibilang jadi puisi yang membuat banyak orang mencintai hujan.

Puisi itu pun telah difilmkan. Cerita di filmnya mengharu biru. Hujan dan penyair adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Saya kira bukan hanya Sapardi  Djoko Damono yang suka menggunakan diksi hujan, banyak penyair dan sastrawan melakukannya.

Namun, sebanyak apa pun penyair dan sastrawan yang menggunakan kata hujan dalam tulisannya. Eyang Sapardi tetaplah jagonya—melalui Hujan Bulan Juni-nya itu.

Perihal hujan, hampir semua orang punya kenangan di dalamnya. Saya adalah salah satunya yang punya kenangan dalam hujan.

Sewaktu kecil, saya menyukai bermain hujan. Kebiasaan itu masih kadang terulang hingga sekarang. Hanya saja, bermain hujan sekarang ini sepertinya tak lagi aman.

Butiran-butiran hujan yang jatuh dari langit ke tanah tak sebersih dulu. Banyak fakta mengerikan sekarang ini tentang hujan.

Kedatangan hujan, awalnya biasanya dipuja dan disyukuri, lalu perlahan jadi keluhan panjang. Banyak kerjaan yang tertunda karena hujan, selain itu bebarapa tahun terakhir hujan telah membawa ancaman berupa bencana alam, banjir, tanah longsor dan lainnya.

Ancaman terbaru yang ditemukan dalam hujan oleh para peneliti adalah hujan telah mengandung mikroplastik.

Kita semua tahu, mikroplastik sangat berbahaya bagi lingkungan dan juga kesehatan. Meski efek mikroplastik bagi tubuh manusia memang belum diketahui pasti, tapi para ilmuwan telah memperingatkan akan potensi bahayanya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2