Sampah Plastik Menghilang, Peneliti Disesaki Tanya, ke Mana Perginya?

Klikhijau.com - Ada pertanyaan yang memenuhi kepala para peneliti. Pertanyaan perihal sesuatu yang menghilang, yang pergi tanpa ditemukan. Di samudra yang maha luas, para ilmuwan atau peneliti hanya m...

Sampah Plastik Menghilang, Peneliti Disesaki Tanya, ke Mana Perginya?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Wilcox dan Hardesty juga mengungkapkan jika lokasi berakhirnya sampah laut dipengaruhi oleh aktivitas gelombang ombak di daratan.

Tidak hanya itu, pada tingkat yang lebih rendah disebabkan oleh aktivitas angin. Para peneliti menemukan, semakin padat kawasan berpenduduk di tepi pantai, maka akan menjadi titik kumpul sampah plastik dan membuatnya terperangkap.

“Sampah-sampah kecil sering ditemukan di tepi pantai, sedangkan yang lebih besar seperti botol minuman, kantong plastik, dan kemasan plastik berada di tempat yang jauh di daratan, sering terjebak di antara tumbuh-tumbuhan,” tulis para peneliti.

Kita kadang merasa baik-baik saja jika telah membuang sampah ke laut atau kelingkungan sekitar. Padahal Wilcox dan Hardesty menyimpulkan bahwa kumpulan sampah di laut maupun di pantai akan menimbulkan bahaya dan bisa membunuh hewan-hewan di ekosistem sekitar.

“Ini juga dapat merusak pemandangan, merusak ekonomi suatu daerah melalui pengurangan pendapatan pariwisata,” pungkas Wilcox dan Hardesty.

Apa yang diungkapkan Wilcox dan Hardesty memang benar, sampah mengancam banyak hal, salah satunya dunia pariwisata. Khusus di Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya mengakui segi ancaman terhadap upaya konservasi dan pariwisata, sampah plastik adalah sampah yang paling dominan ditemukan di destinasi wisata.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2